Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 14 Jan 2019

Ansor Bangil dan Warga Desak DLH Pasuruan Tutup Saluran Pabrik yang Cemari Lingkungan


Ansor Bangil dan Warga Desak DLH Pasuruan Tutup Saluran Pabrik yang Cemari Lingkungan Perbesar

Reporter : Rosy Adim

Editor : Titin Sukmawati

 

Pasuruan, Kabarpas.com – Tak kunjung mendapat jawaban dari pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, sejumlah penggurus Ansor PCNU Bangil dengan beberapa perwakilan warga mendatangi kantor DLH untuk mendapat jawaban.

Kedatangan mereka ini untuk mendesak pihak DLH agar cepat menyelesaikan kewajibannya dalam menindak tegas perusahaan yang membuang limbah ke sungai. Pasalnya, pihak DLH yang sudah sempat mengambil sampel air sungai yang diduga sebagai hulu aliran pembuangan limbah dari beberapa perusahaan di Desa Wonokoyo tersebut dinilai sangat lamban dalam penanganannya.

Hal tersebut disuarakan oleh Muharom, yakni perwakilan dari warga Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan saat bertemu dengan beberapa orang staf DLH Kabupaten Pasuruan.

“Pihak DLH sangat lamban dalam penanganan mengenai limbah yang mencemari sungai, sehingga warga bersama Ansor datang dan menanyakan langsung bagaimana kelanjutan dari penanganan DLH terhadap adanya limbah tersebut,” terang Muharom saat di ruang pertemuan.

Kedatangan Ansor dan perwakilan warga Desa Cangkringmalang tak hanya menuntut adanya penanganan limbah, namun warga juga mendesak agar pihak DLH segera memanggil pihak perusahaan dan memberikan keputusan yang dapat dibuat acuan pada masyarakat, khususnya warga yang terdampak limbah perusahaan.
Dikarenakan warga terdampak limbah sudah bertahun-tahun mengeluhkan adanya bau busuk tersebut dan tanpa penanganan yang jelas dari pihak terkait.

Selain itu, mereka juga mendesak DLH segera menutup saluran di pabrik yang melakukan pencemaran limbah tersebut.

Sementara Arif Sunaryo, Kepala Bidang pengendalian dan kerusakan lingkungan hidup, yang turut menemui perwakilan warga bersama 3 orang stafnya tersebut mengaku bahwa penanganan yang dilakukan oleh pihak DLH sudah maksimal dan perlu evaluasi yang sangat lama dalam memperoleh jawaban mengenai limbah.

“Adanya pengambilan sampel yang sudah dilakukan oleh pihak DLH harus beberapa kali dilakukan pengujian serta evaluasi yang matang, sehingga jika dikeluarkan laporan hasil uji lab, pihak DLH tidak sampai salah dan proses tersebut juga memakan waktu yang cukup lama,” terang Arif Sunaryo. (ros/tin).

Artikel ini telah dibaca 42 kali

Baca Lainnya

Pemkot Pasuruan Luncurkan BERGEGAS, Gerakkan Kolaborasi Entaskan Anak Tidak Sekolah

17 September 2026 - 11:30

Dinsos Kota Pasuruan Jelaskan Mekanisme Bansos, Masyarakat Bisa Ajukan Usul dan Sanggah

16 September 2026 - 08:30

Ciptakan Rasa Nyaman dan Bersih, Penataan PKL Pasar Besar Berlanjut, Mayoritas Pedagang Sudah Bersedia Relokasi

15 September 2026 - 14:41

PWI Pasuruan Raya Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau

11 September 2026 - 23:11

Ratusan Peserta Padati Senam Bersama RA dan KB Al-Firdaus Pasuruan

11 September 2026 - 17:25

Terduga Pelaku Curanmor Siang Bolong Ditangkap

10 September 2026 - 19:10

Trending di Berita Pasuruan