Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 8 Okt 2016

Antisipasi Munculnya Aliran Dimas Kanjeng, IPI Akan Kembali Teguhkan Tradisi Pesantren


Antisipasi Munculnya Aliran Dimas Kanjeng, IPI Akan Kembali Teguhkan Tradisi Pesantren Perbesar

Kejayan (Kabarpas.com) – Fenomena Dimas Kanjeng Taat Pribadi, mendatangkan keprihatinan tersendiri dari kalangan pengasuh pesantren yang tergabung dalam Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Kabupaten Pasuruan. Menanggapi fenomena tersebut, mereka langsung menggelar pertemuan bersama dengan penggurus IPI se-Jawa Timur.

“Kami sangat prihatin dengan fenomena Dimas Kanjeng, yang menjadikan agama sebagai tameng atau kedok untuk kegiatan yang meresahkan ummat. Yang jelas padepokan Dimas Kanjeng itu bukan pesantren dan mereka yang di sana, hanya pengikut bukan santri,” kata Gus Ahmad Zaini, Ketua Umum IPI, saat ditemui Kabarpas.com di sela-sela acara pertemuan yang berlangsung di salah satu rumah makan di kawasan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (08/10/2016).

Dalam pertemuan tersebut, dibahas untuk mengevaluasi kejadian-kejadian di masyarakat, terutama fenomena padepokan Dimas Kanjeng. Karena dianggap telah mencederai kegiatan keagamaan yang sejak lama diterapkan oleh kalangan Kiai dan Ulama. Penggurus IPI sendiri menilai ajaran yang ada di padepokan Dimas Kanjeng itu tak sesuai dengan ajaran pesantren dan jiwa seorang santri yang sebenarnya.

“Kalangan santri yang mondok di pesantren-prsantren sejak dulu hingga sekarang itu tujuannya tidak lain hanya untuk menuntut ilmu ukhrawi dan duniawi, serta membentuk karakter yang berahlakul karimah, dilandasi kelimuan syari’ah maupun tahidiyah. Kalau tujuannya untuk bisa kaya mendapat uang dan mencari kesaktian, itu namanya pengikut yang tujuannya hanya untuk duniawi saja, “tegasnya.

Menurut Gus Zaini, dengan pertemuan itu, diharapkan para pengasuh pesantren semakin bersemangat untuk meneguhkan tradisi pesantren dalam kehidupan bermasyarakat. Karena dengan budaya pesantren dan santrinya, diyakini akan mampu mengantisipasi keberadaan aliran-aliran yang tidak jelas seperti yang terjadi di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi tersebut.

“Kami pengasuh pesantren harus terus bersemangat menjaga masyarakat, agar karakternya tidak rusak dan tetap berakhlakul karimah,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Sementara itu, KH Abdullah Jakfar, Ketua IPI Pasuruan menyampaikan bahwa pesantren yang menjadi penguat dan salah satu tonggak agama Islam, harus menerapkan prinsip rahmatan lil alamin. Selain itu, pesantren yang benar yakni memberikan ilmu yang bermanfaat bagi santrinya untuk bekal di akherat nantinya.

“Kalau meresahkan seperti yang terjadi Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi mempermainkan orang dan hanya mengajak untuk urusan duniawi, sama saja dengan penyesatan. Itu jelas bukan pesantren. Karena pesantren selalu mengajak ummat untuk pencerahan kehidupan yang seimbang, bukan hanya duniawi saja namun juga akherat,” pungkasnya. (ajo/gus).

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Petik Laut 2026, Mas Adi Sebut Tradisi Jadi Penggerak Ekonomi dan Wisata Bahari

28 Juni 2026 - 12:19

Pemkot Pasuruan Luncurkan Pembayaran PBB Melalui Bank BRI

25 Juni 2026 - 15:55

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Insan Pers, Bersama Pacu Perlindungan Jutaan Pekerja Jawa Timur yang Belum Terkaver

25 Juni 2026 - 11:11

Kepesertaan JKN Sentuh 99,96 Persen, BPJS Kesehatan Pasuruan Fokus Kejar Target Keaktifan Kartu

25 Juni 2026 - 09:32

Mas Adi: Kota Pasuruan Harus Jadi Rumah untuk Semua, Termasuk Lansia

24 Juni 2026 - 13:14

Pengurus APINDO Kota Pasuruan Dikukuhkan, Mas Adi Minta APINDO Jadi Mitra Strategis 

23 Juni 2026 - 19:49

Trending di Berita Pasuruan