Reporter : Muhammad Muhaimin
Editor : Yanuar Fahmi
Sidoaarjo, Kabarpas.com – Anggota Komisi D (Bidang Kesejahteraan Rakyat) DPRD Kabupaten Sidoarjo Mimik Idayana berpendapat dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah sebaiknya tetap dilakukan secara daring atau belajar secara online. Karena jumlah pasien di Sidoarjo yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 masih tinggi yakni (609) berdasarkan data yang dikeluarkan pemkab Sidoarjo per tanggal 29 kemarin.
Hal ini disampaikan Mimik Idayana menyusul wacana dari Kemendikbud yang menyampaikan tahun ajaran baru akan dimulai pada 13 Juli 2020.
“Banyak wali murid yang mengeluh kepada saya, rata-rata mereka meminta sekolah tetap dilaksanakan secara online, karena grafik pasien yang dinyatakan positif covid-19 di Sidoarjo masih sangat tinggi,” kata Mimik Idayana saat dihubungi wartawan Kabarpas.com biro Sidoarjo, Sabtu, (30/05/2020).
Mimik menambahkan, apakah mungkin sekolah juga menerapkan new normal? Politisi Fraksi Gerindra itu menilai wacana penerapan new normal di Sidoarjo lebih-lebih di lingkungan pendidikan sangat kontradiktif, mengingat perkembangan pandemi corona grafiknya terus mengalami kenaikan.
“Bagaimana mungkin grafik yang makin naik akan diperlakukan New Normal?,” Tanya Mimik dengan nada heran.
Lebih jauh, politisi yang terkenal dermawan itu menyampaikan, penerapan new normal lazimnya dapat dilakukan jika pandemi covid-19 sudah bisa dikendalikan atau tren pasien yang positif sudah melandai.
“Jika PSBB jilid III ini berhasil, mungkin New Normal bisa diberlakukan di Sidoarjo,” imbuhnya.
Selain itu Mimik berpendapat, New Normal adalah sebuah tatanan kehidupan baru yang memaksa masyarakat menggunakan protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19, akan tetapi jika kondisinya belum kondusif akan sangat membahayakan masyarakat.
“Masyarakat jangan dikorbankan dengan memaksa menerapkan new normal di tengah kondisi kasus confirm masih tinggi,” pungkas Ibu Asuh anak yatim dari panti asuhan Ar – Rohman Ar – Rohim itu. (mhm/yan).

















