Reporter: Yanuar Fahmi
Editor: Titin Sukmawati
Sidoarjo, Kabarpas.com – Beberapa bulan terakhir intensitas hujan di Sidoarjo terbilang cukup tinggi. hal ini menjadi pemicu meluasnya banjir di desa Kedungbanteng dan Banjarasri Tanggulangin Sidoarjo. Terhitung sudah hampir dua bulan penanganan banjir belum membuahkan hasil.
Ketinggian banjir sudah mencapai 50 cm langkah utama yang harus dilakukan Pemkab Sidoarjo adalah normalisasi sungai. Namun, pendangkalan sungai sendiri diindikasikan akibat pengurukan PT. Minarak gas brantas dan pengurukan kavlingan warga.
Tidak normalnya kali Abar Abir dan banyaknya kavlingan sehingga berkurangnya resapan air, selain itu pengurukan PT. Minarak seluas 2,5 ha serta peninggian jalan dan penyempitan sungai akibat bangunan liar menjadi faktor utama terjadinya banjir.
Sabino, Camat Tanggulangin mengatakan, upaya pemerintah ke depan harus ada salah satunya, dengan normalisasi terhadap sungai-sungai yang ada di dua desa tersebut serta menertibkan bangunan liar di sekitar sungai.
“Dan harus adanya pengawasan ketat proyek pengeboran oleh PT. Minarak Gas Brantas yang sedikit banyak berdampak pada lingkungan sekitar,” terangnya, Selasa (18/02/2020).
Sementara terkait informasi warga yang mengungsi, Sabino mengatakan, pihaknya masih belum mendapatkan kabar hal tersebut. Namun kemungkinan warga berada di rumah saudaranya yang tidak terdampak oleh banjir.
Pihak kecamatan tanggulangin masih menunggu data warga dari masing-masing desa jika ada warganya yang mengungsi.
Kondisi masyarakat yang terdampak banjir tentunya secara fisik dan mental akan merasa kelelahan, sehingga akan mudah untuk dijangkiti sejumlah virus dan bakteri penyakit.
“Oleh sebab itu Pemerintah melalui dinas kesehatan dan jajarannya untuk terus memperhatikan kesehatan warga Kedungbanteng dan Banjarasri agar lebih optimal dalam memberikan layanan kesehatan,” pungkasnya. (yan/tin).

















