Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, Kabarpas com – Pandemi virus corona berimbas ke mana-mana, baik dari sektor Ekonomi, Sosial dan Budaya. Bahkan, berbagai kalangan seperti pemerintah, non pemerintah dan medis berupaya melakukan hal terbaik untuk mempercepat berakhirnya virus yang penularannya sangat cepat dan mematikan ini.
Di saat sibuknya tenaga medis menangani pasien corona dan terbatas Alat Pelindung Diri (APD), perhatian semua lapisan tertuju ke sana. Salah satunya adalah Sunarsih (55), warga Kelurahan/Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, yang rela menyumbangkan uang receh koin yang ia kumpulkan dalam sebuah celengan dan di serahkan langsung ke Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, di kantor Pemkot setempat. Senen (20/04/2020).
Ibu yang berprofesi jualan nasi pecel ini tergugah hatinya untuk menyumbangkan semua tabungannya guna disalurkan ke tenaga medis yang saat ini kekurangan APD.
Di rinya tidak tahu harus ke mana memberikan bantuan ini, dan ketika melihat tayangan di televisi, terbesit di hatinya untuk melakukan hal yang sama.
“Setelah saya lihat ada anak sumbangkan tabungannya di televisi, saya kemudian nekat sendirian naik sepeda motor ke sini (Kantor Wali Kota.red),” ujar Sunarsih kepada Kabarpas.com.
“Tabungan saya receh semua pak. Mau sumbang uang Rp 100 ribuan tidak punya,” tambahnya.
Uang receh koin seribuan itu ditabung Sunarsih selama 3 tahun. Mulanya ia menabung untuk biaya perjalanan umroh.
Tapi niat itu diurungkan karena alasan kemanusiaan, membantu penanganan Covid-19 di Kota Probolinggo.
Di sela-sela menerima seorang warga menyalurkan sumbangan seorang diri, Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, terharu atas aksi sosial yang dilakukan pedagang nasi pecel itu.
“Hari ini kami terima sumbangan dari seorang pedagang nasi pecel. Tidak masalah berapapun jumlahnya, tapi niatnya yang tulusnya dan rela memberikan uang celengan untuk ibadah umroh yang membuat kami terharu dan bangga,” terang Walikota Habib Hadi.
Ini merupakan bentuk sosial dan kepedulian masyarakat untuk bersama -sama melawan corona.
“Tanpa kebersamaan kita akan kesulitan memutus mata rantai virus corona,” tutupnya. (Wil/Gus).

















