Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 10 Jul 2021

Banyak Keluhan Kelangkaan Obat, Ning Lia Suarakan Konsumsi Produk Tradisional


Banyak Keluhan Kelangkaan Obat, Ning Lia Suarakan Konsumsi Produk Tradisional Perbesar

Surabaya, Kabarpas.com – Bukan hanya polemik vaksinasi massal dan pemberlakuan kebijakan PPMK Darurat di Kota Metropolis Surabaya yang banyak disorot oleh para aktivis, melainkan juga berkaitan dengan ketersediaan obat yang dianggap sebagai ikhtiar terapi Covid 19.

Ning Lia Istifhama misalnya, aktivis yang sebelumnya seringkali menyuarakan pentingnya pembelajaran tatap muka terbatas bagi anak-anak, kini menyuarakan pentingnya tindakan preventif di tengah pandemi.

“Kalau tindakan kuratif melalui obat-obatan tidak bisa maksimal terpenuhi, maka seyogyanya kita bersama-sama mengutamakan tindakan preventif, yaitu pencegahan. Pencegahan ini bisa dilakukan dengan cara alami maupun konsumsi obat yang sebelumnya umum digunakan di masyarakat, yaitu obat generik,” ujarnya kepada Kabarpas.com.

“Sebagai contoh jika sakit dengan gejala batuk pilek, maka konsumsi obat yang umum saja, yang biasanya dikonsumsi. Begitupun jika sakit rematik, sakit kepala, maupun sakit demam. Sebisanya kembali pada kebiasaan sebelumnya yang sudah terbukti manjur. Hal ini mengantisipasi agar tidak semua sakit dikembalikan pada obat-obatan yang dianggap sebagai terapi Covid 19,” sambungnya.

Ning Lia juga menjelaskan treatment yang tidak bersifat konsumsi obat, juga bisa dilakukan. Diantaranya dengan mengoleskan minyak kelapa atau mengompres jika ada bagian tubuh demam, minyak kayu putih jika masuk angin, rutin berjemur di siang hari, dan menghirup uap air hangat. Sedangkan yang bersifat konsumsi, bisa diutamakan dengan minuman tradisional.

“Negeri kita subur, ada jahe, kunir, kunyit dan rempah-rempah atau empon-empon lainnya, bawang putih, madu, putih telor, susu sapi, dan sebagainya. Itu semua kan bisa dijadikan asupan sehari-hari sebagai tindakan preventif, bahkan bisa juga sebagai tindakan kuratif. Intinya bagaimana menguatkan asupan gizi dan kita semua saling meminimalisir resiko interaksi obat kimia, karena kondisi tubuh setiap orang beda,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Ditambahkan, sangat penting dibangun persepsi agar masyarakat tidak khawatir atau panik, melainkan memiliki solusi ketika saat ini obat yang dianggap ampuh untuk penyembuhan Covid 19, cenderung dianggap langka. (***).

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

Fawait Ingin APBD Jember 2027 Lebih Merata hingga Pelosok Desa

2 Oktober 2026 - 08:50

Layak Ditunggu! Setelah UHC dan Home Care, Jember Siapkan Inovasi Kesehatan Baru dalam Waktu Dekat

2 Oktober 2026 - 08:48

Kuasa Hukum Aminatus Desak Kemenag Bentuk Tim Independen Periksa Dugaan Pelanggaran Guru Madrasah di Jember

2 Oktober 2026 - 08:03

Gugatan Cerai Diubah di Persidangan, Yulianto Jalani Pemeriksaan di Polres Jember 

2 Oktober 2026 - 07:52

Mengaku Dikelabui Leasing, Nasabah asal Banyuwangi Lapor ke Polres Jember

1 Oktober 2026 - 19:42

Rekayasa Lalu Lintas Pasar Tanjung Masih Temukan Pelanggaran, Dishub Siap Evaluasi 

1 Oktober 2026 - 17:26

Trending di KABAR NUSANTARA