Trenggalek, Kabarpas.com – Dalam rangka peringatan bulan Suro Agung (Muharam), Perkumpulan Tosa Aji Parikesit Trenggalek menggelar acara ‘Srengatan Agung Pusaka Parikesit’ di sekretariat Parikesit, Desa Nglongsor, Kecamatan Tugu, Jumat 3 Juli 2026.
Acara pelestarian kebudayaan perkerisan tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, Plt Kadisparbud setempat, Toni Widianto, perwakilan dari Kemenag, serta Ketua Bidang Organisasi Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), Santoso Adi Wibowo. Tak terkecuali para sesepuh budaya Trenggalek.
Ketua Paguyupan Tosan Aji Parikesit Trenggalek, Gatut Subagtiono menuturkan, kegiatan ini merupakan murni inisiatif dari teman-teman yang ingin terus menjaga dan melestarikan kebudayaan Trenggalek.
“Alhamdulillah bisa berjalan lancar termasuk dengan kehadiran para tamu undangan. Baik Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek dan ketua bidang organisasi SNKI,” jelasnya.
Kemudian ketua Bidang Organisasi SNKI, Santoso Adi Wibowo mengatakan, jika inisiasi dari Perkumpulan Tosan Aji Parikesit Trenggalek menggelar acara Srengatan Agung Pusaka Parikesit, merupakan awal yang baik untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya peninggalan leluhur, yakni perkerisan.
“Saya ucapkan terimakasih kepada teman-teman Paguyupan Tosan Aji Parikesit yang terus menjaga dan melestarikan kebudayaan. Saya cukup mengapresiasi,” ucapnya.
Santoso sapaan dia menyebut, kegiatan ini sekaligus mempertegas jika semangat para budayawan di Trenggalek untuk menjaga eksistensi perkerisan cukup tinggi dan membanggakan. Pun demikian di daerah-daerah lain yang juga terus menggali peninggalan leluhur dalam bentuk keris.
“Ini sebuah kenyataan pergerakan anak-anak muda dan para sesepuh untuk terus menggali peninggalan leluhur, karena tidak hanya di Trenggalek saja. Beberapa daerah juga bergerak,” tuturnya.
Ia tidak menampik jika Trenggalek sering menggelar even dan ini sangat luar biasa. Artinya, perlu adanya tindaklanjut pengembangannya. Apalagi dengan adanya persaren dan empu. “Sekali lagi ini perlu dijaga dan dikembangkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah sendiri sudah mensupport dalam bentuk Dana Indonesia Raya yang bisa diakses. Termasuk bantuan pengisian alat-alat persaren.
“Ini kan salah satu bentuk kepedulian pemerintah yang selalu hadir di tengah masyarakat,” ungkapnya.
“Dengan menggeliatnya kebudayaan di Trenggalek, saya berharap semuanya bisa guyup rukun. Hilangkan friksi antar paguyupan. Kita itu sama-sama orang budaya dan mencintai leluhur,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi menyampaikan, kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk penegasan melestarikan kebudayaan di Trenggalek. Karena ragam kebudayaan setempat cukup banyak. Salah satunya adalah melestarikan keris.
“Saya kira ini kegiatan yang cukup posotif dan cukup edukatif,” tegas.
Kemudian ia berharap agar kegiatan-kegiatan yang bertajuk kebudayaan terus digalakkan dan dikembangkan. Sehingga bisa menjadi ruang edukasi bagi masyarakat terkait peninggalan leluhur. “Ya paling kegiatan sepertin ini bisa berkesinambungan,” tutupnya. (gus/ian).

















