Pasuruan, Kabarpas.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Timur melalui Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Data Informasi (SDMO) menyelenggarakan “Arisan Film Pendek” sebagai metode kreatif untuk mengedukasi masyarakat. Acara ini bertujuan mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam pengawasan pemilu.
Menurut Vita Suci Rahayu, salah satu peserta, kegiatan ini sangat menarik dan inspiratif. Film pendek yang disajikan bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga memicu diskusi mendalam tentang berbagai aspek penting dalam pemilu.
”Video ini memancing diskusi tentang sistem pemilihan, politik uang, investor politik, dan pentingnya pendidikan politik bagi pemilih,” kata Vita yang juga Ketua Bawaslu Kota Pasuruan.
Pendekatan ini menggabungkan budaya lokal “arisan” dengan semangat pengawasan pemilu. Film-film yang diputar menjadi bahan diskusi dalam kelompok kecil, membahas masalah-masalah krusial seperti sistem pemilihan dan praktik politik uang.
Kordiv SDMO Jatim, Nur Elya Anggraini, berharap acara ini dapat memunculkan ide-ide baru dan mendorong setiap orang untuk berani menyuarakan pendapatnya terkait demokrasi.
”Semoga diskusi-diskusi ini membuka gagasan-gagasan, dan siapa pun bisa berpendapat terkait demokrasi,” ujar Ely.
Dengan metode yang inovatif ini, Bawaslu Jatim berusaha menjangkau masyarakat lebih luas dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengawasan pemilu. (ajo/ian).

















