Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 12 Apr 2018

Berharap Bawang Putih Kembali Berjaya


Berharap Bawang Putih Kembali Berjaya Perbesar

Reporter : Ananda Hizbul Khofie
Editor : Anis Natasya

Probolinggo, Kabarpas.com – Wilayah Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo pernah menjadi sentra bawang putih beberapa puluhan tahun yang lalu. Namun sejak 20 tahun ke belakang, keberadaan sentra bawang putih ini hilang dari peredaran. Bahkan kini areanya tersisa 1 hingga 3 hektar saja, itupun orientasinya hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan dijadikan sebagai tanaman sela.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari. “Mulai tahun 2018 sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) RI Nomor 38 Tahun 2017 Tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH), para importir bawang putih diwajibkan menanam 5% dari kebutuhan impor di dalam negeri,” katanya.

Atas Permentan tersebut jelas Hasyim, maka importir yang kerja sama dengan DKPP Kabupaten Probolinggo menargetkan penanaman bawang putih di lahan seluas 100 hektar. Tetapi realisasinya baru mencapai 49 hektar meliputi 26 hektar di Kecamatan Sukapura, 22 hektar di Kecamatan Sumber dan 1 hektar di Kecamatan Krucil.

“Momentum inilah yang kami manfaatkan agar supaya bawang putih yang pernah hilang di Kecamatan Sukapura bisa berkembang dan tumbuh kembali. Sehingga harapannya Kabupaten Probolinggo tidak hanya dikenal sebagai penghasil bawang merah saja, tetapi juga dikenal sebagai penghasil bawang putih,” jelasnya.

Selain itu terang Hasyim, untuk mengembalikan kejayaan bawang putih di Kabupaten Probolinggo, pihaknya juga bekerja sama dengan BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) Jawa Timur melakukan demplot di Dusun Punjul Desa Wonokerto Kecamatan Sukapura seluas 2 hektar.

“Hasil demplot ini selain umbinya besar-besar, hasil panen ubinan mencapai 20 ton umbi basah per hektar. Ini terindikasi bahwa pengembangan bawang putih di Kecamatan Sukapura lebih menjanjikan bagi petani,” terangnya.

Hasyim menerangkan, selama ini persoalan budidaya bawang putih terletak pada ketersediaan benih yang berkualitas. Sehingga hasil demplot di Kecamatan Sukapura ini akan dijadikan sebagai benih dan dibagikan kepada petani.

“Dalam rangka memenuhi persoalan benih bawang putih, kami sudah membentuk 5 (lima) penangkar bawang putih (PB Agro Mandiri, Poktan Makmur, PB Jasa Tani, PB Puspa Agro dan Gemilang 78). Selama ini benihnya mengambil dari luar daerah, harapannya ke depan bisa mengambil dari Kecamatan Sukapura,” tegasnya.

Persoalan utama hilangnya peredaran bawang putih di Kabupaten Probolinggo adalah pasar, hama penyakit dan benih yang berkualitas. Saat ini varietas yang ditanam adalah Lumbu Kuning dan Lumbu Hijau. (fie/nis)

Artikel ini telah dibaca 59 kali

Baca Lainnya

Jember Mulai Tinggalkan Sistem Open Dumping, Pemkab Dorong Warga Kelola Sampah Mandiri

20 Mei 2026 - 14:57

Baru Rampung 30 Persen, Konsep Street Food Jember Usung Nuansa Nusantara dan Dunia

20 Mei 2026 - 14:43

Gus Hery: Intelektual Muda NU yang Teduh, Tajam, dan Menembus Lintas Jejaring

20 Mei 2026 - 14:27

Nama BPR Jwalita Berubah Jadi Bank Trenggalek, Begini Kata Ketua Pansus II

20 Mei 2026 - 11:36

Kabar Baik Bagi Para Pekerja di Trenggalek, Perda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Segera Diundangkan

20 Mei 2026 - 11:15

Mahasiswa Doktoral KPI UIN Jakarta Gelar “The Doctor Care”, Salurkan Bantuan dan Cek Kesehatan Gratis

18 Mei 2026 - 09:10

Trending di KABAR NUSANTARA