Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 23 Jul 2026

Rp2,57 Triliun Investasi Masuk ke Jember: Tumbuh 70,2 Persen dan Ribuan Lapangan Kerja Tercipta


Rp2,57 Triliun Investasi Masuk ke Jember: Tumbuh 70,2 Persen dan Ribuan Lapangan Kerja Tercipta Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Realisasi investasi di Kabupaten Jember sepanjang 2025 mencapai Rp2,57 triliun. Nilai tersebut meningkat 70,2 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,51 triliun.

Data Kementerian Investasi/BKPM yang dikutip dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jember 2025 menunjukkan capaian itu juga melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 sebesar Rp1,85 triliun. Dengan demikian, realisasi investasi telah mencapai sekitar 139 persen dari target yang ditetapkan.

Bupati Jember Muhammad Fawait menilai peningkatan investasi menjadi indikator positif bagi perekonomian daerah karena berdampak langsung pada pembukaan lapangan kerja.

“Investasi adalah urat nadi pembangunan. Dengan masuknya modal sebesar Rp2,57 triliun dari 457 unit usaha, kita berhasil menyerap hampir 10 ribu tenaga kerja baru,” ujar Fawait.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jember, investasi tersebut berasal dari 457 pelaku usaha yang terdiri atas 410 Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 47 Penanaman Modal Asing (PMA).

Sepanjang 2025, realisasi investasi itu tercatat mampu menyerap 9.888 tenaga kerja.

Dari sisi sektor usaha, investasi terbesar masih berasal dari bidang properti dan kawasan industri dengan nilai mencapai Rp1,44 triliun. Posisi berikutnya ditempati industri makanan sebesar Rp302,86 miliar, disusul industri kimia dan farmasi Rp212,04 miliar, industri mineral nonlogam Rp172,21 miliar, serta sektor perdagangan dan reparasi senilai Rp138,4 miliar.

Dominasi sektor properti menunjukkan pembangunan kawasan dan kebutuhan infrastruktur masih menjadi penggerak utama investasi di Kabupaten Jember.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Jember menyebut iklim investasi turut didukung kondisi ekonomi daerah yang relatif stabil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Jember pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,84 persen dan masih berada dalam rentang yang terkendali.

Pemerintah daerah mengaku terus menjaga stabilitas ekonomi melalui strategi 4K, yakni menjaga keterjangkauan harga, memastikan ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, serta memperkuat komunikasi yang efektif kepada masyarakat.

Pemkab Jember juga menyatakan akan terus mendorong kemudahan perizinan, pengembangan infrastruktur, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif untuk menarik lebih banyak investasi pada tahun-tahun berikutnya. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Unik, Ratusan Wali Murid SDN Randusari Buat Kain Batik Sendiri untuk Seragam Sekolah Anak

8 Agustus 2026 - 18:29

Dari Sampah hingga Kemacetan, Ini Masalah yang Dikeluhkan Warga Perkotaan Jember

8 Agustus 2026 - 18:22

MPM Honda Jatim Kembali Berikan Beasiswa bagi Anak Asuh Berprestasi di Malang

8 Agustus 2026 - 14:17

Honda DBL 2026 East Java – North Resmi Bergulir, MPM Honda Jatim Hadirkan Kompetisi dan Aktivitas Seru untuk Generasi Muda

8 Agustus 2026 - 14:13

Perkuat Kapasitas, DWP Kabupaten Probolinggo Gelar Bimtek Kepemimpinan Bagi Ketua DWP Unit Pelaksana

8 Agustus 2026 - 14:10

Astra Honda Siap Lanjutkan Performa Positif di ARRC Mandalika 2026

7 Agustus 2026 - 20:31

Trending di Kabar Otomotif