Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, Kabarpas.com – Berbekal keterampilan, keuletan dan telaten, Ambar Susanti (38), warga Jalan Mastrip, Gang Kelapa Muda, Kelurahan Jrebeng Wetan, Kota Probolinggo, sukses geluti kerajinan rajut tangan. Minggu, (19/7/2020).
Seni merajut benang hingga berbentuk tas, sepatu, syal, penutup tempat tidur hingga dompet Hp serta masker berhasil dibuatnya.
Keterampilan merajut ini, dia dapatkan dari neneknya di saat usia remaja, namun setelah dirinya bekerja menjadi guru honorer hingga berumah tangga, ketrampilan ini seakan tidak pernah dijamahnya.
Karena kecintaanya terhadap rajutan, dan sekaligus teknik merajut tidak lupa, iseng-iseng ibu yang dikaruniai 1 anak ini membuat satu dua produk rajut.
“Setiap memakai hasil rajutan saya ini, selalu ada teman yang naksir dan berniat memilikinya, ya akhirnya saya jual, tidak itu saja setiap rajutan saya posting di facebook, ada saja netizen yang naksir, dan meminangnya,“ ujar Ambar kepada Kabarpas.com.
“Saat pandemi covid -19, dan masyarakat diwajibkan memakai masker, saya mencoba membuat masker rajut, dan alhamdulillah juga banyak yang pesan,” tambahnya.
Karena bisa menambah pundi-pundi rupiah, sekitar 3 tahun silam kemudian saya selalu mencoba membuat kreasi dari rajutan, dan saya selalu posting di medsos. peminat rajutan ini bermacam-macam ada dari teman sendiri, ada yang dari Malang, Jember. Bahkan, juga dari Korea.
Hasil kreasi rajutan dipasarkan bervariasi sesuai dengan kualitas benang, besar kecil ukuran dan tingkat kesulitan, untuk yang biasa seperti dompet HP, uang berkisar Rp 70 ribu. Untuk tas motif rumit dan memakai tali strep rajut bisa mencapai Rp 600 – 750 ribu.
Kerajinan rajut tidak bisa memanfaatkan kesempatan di saat ramai pemesan, karena keterbatasan tenaga dan waktu, serta teknik merajut. Saat ini karena covid – 19 dan banyak waktu luang, omzet bisa mencapai Rp 3 – 4 Juta perbulan.
“Karena hobi, dan berharap rajut selalu digemari generasi muda , terkadang saya membagikan keterampilan merajut kepda murid muridnya , dan putranya,” pungkasnya. (wil/gus).

















