Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 19 Jul 2020

Berkat Rajut Saat Pandemi Korona, Ambar Raup Omzet hingga Jutaan Rupiah


Berkat Rajut Saat Pandemi Korona, Ambar Raup Omzet hingga Jutaan Rupiah Perbesar

Reporter : Moch Wildanov

Editor : Agus Hariyanto

 

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Berbekal keterampilan, keuletan dan telaten, Ambar Susanti (38), warga Jalan Mastrip, Gang Kelapa Muda, Kelurahan Jrebeng Wetan, Kota Probolinggo, sukses geluti kerajinan rajut tangan. Minggu, (19/7/2020).

Seni merajut benang hingga berbentuk tas, sepatu, syal, penutup tempat tidur hingga  dompet Hp serta masker berhasil dibuatnya.

Keterampilan merajut ini, dia dapatkan dari neneknya di saat usia remaja, namun setelah dirinya bekerja menjadi guru honorer hingga berumah tangga, ketrampilan ini seakan tidak pernah dijamahnya.

Karena kecintaanya terhadap rajutan, dan sekaligus teknik merajut tidak lupa, iseng-iseng ibu yang dikaruniai 1 anak ini membuat satu dua produk rajut.

“Setiap memakai hasil rajutan saya ini, selalu ada teman yang naksir dan berniat memilikinya, ya akhirnya saya jual, tidak itu saja setiap rajutan saya posting di facebook, ada saja netizen yang naksir, dan meminangnya,“ ujar Ambar kepada Kabarpas.com.

“Saat pandemi covid -19, dan masyarakat diwajibkan memakai masker, saya mencoba membuat masker rajut, dan alhamdulillah juga banyak yang pesan,” tambahnya.

Karena bisa menambah pundi-pundi rupiah, sekitar 3 tahun silam kemudian saya selalu mencoba membuat kreasi dari rajutan, dan saya selalu posting di medsos.  peminat rajutan ini bermacam-macam ada dari teman sendiri, ada yang dari Malang, Jember. Bahkan, juga dari Korea.

Hasil kreasi rajutan dipasarkan bervariasi sesuai dengan kualitas benang, besar kecil ukuran dan tingkat kesulitan, untuk yang biasa seperti dompet HP, uang berkisar Rp 70 ribu. Untuk tas motif rumit dan memakai tali strep rajut bisa mencapai  Rp 600 – 750 ribu.

Kerajinan rajut tidak bisa memanfaatkan kesempatan di saat ramai pemesan, karena keterbatasan tenaga dan waktu, serta teknik merajut. Saat ini karena covid – 19 dan banyak waktu luang, omzet  bisa mencapai  Rp 3 – 4  Juta perbulan.

“Karena hobi, dan  berharap rajut selalu digemari generasi muda , terkadang saya membagikan  keterampilan merajut   kepda murid muridnya , dan putranya,” pungkasnya. (wil/gus).

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

Jembatan Kaca Bromo Siap Beroperasi, Target Buka Saat Libur Sekolah

13 Juni 2026 - 08:48

Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Kawal Verval Usulan Bantuan Hibah PP PAUD hingga Tuntas

11 Juni 2026 - 15:20

Pemkab Probolinggo dan INOVASI Cetak Fasilitator Parenting untuk Perkuat Peran Keluarga

7 Juni 2026 - 18:48

Pemkab Probolinggo dan Pemkot Malang Perkuat Distribusi Bawang Merah dan UMKM

5 Juni 2026 - 11:00

Kelurahan Kraksaan Wetan Salurkan PMT Lokal untuk Balita dan Ibu Hamil KEK

4 Juni 2026 - 21:20

Lewat DBHCHT 2026, Disnaker Kabupaten Probolinggo Gelar Pelatihan Kejuruan Batik

2 Juni 2026 - 21:28

Trending di Kabar Probolinggo