Reporter : Ajo
Editor : Agus Hariyanto
Pasuruan, Kabarpas.com – Sebuah kampung di Dusun Mancilan memiliki keunikan yang terselubung dalam setiap potensinya. Dusun inilah yang diyakini sebagai tempat “moksa”nya Untung Suropati dalam sebuah pertempuran sengitnya melawan VOC. Bahkan, Dusun Mancilan juga memiliki sejarah dan tradisi panjang dalam olah kanuragan, yang kemudian hari lebih dikenal sebagai Pencak Mancilan.
Untuk memberikan hasil berupa tergalangnya komitmen dukungan dari berbagai elemen masyarakat terhadap tumbuh kembangnya Kampung Budaya Mancilan serta diharapkan kedepannya perlu adanya penggalian, pemberdayaan dan pengembangan terhadap rasa, karsa dan karya agar budaya Mancilan tetap lestari.
Sehingga Pemerintah Kota Pasuruan melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Pengembangan Dan Penelitian Daerah Kota Pasuruan selama 2 hari berturut-turut mulai hari Jumat sampai dengan hari Sabtu (23-24 Agustus 2019.red) menyelenggarakan festival kampung budaya mancilan di lapangan Bong, Dusun Mancilan Kelurahan Pohjentrek Kecamatan Purworejo.
Dalam kesempatan ini, Wakil Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo memukul gong sebagai tanda dibukanya festival, dihadiri Kepala OPD terkait, Camat, Lurah, unsur LPM, Karang Taruna, PKK, Ketua RT/RW, perwakilan padepokan silat serta undangan lain.
Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Pengembangan Dan Penelitian Daerah Kota Pasuruan Djoko Adri Srijono mengatakan, tujuan acara ini adalah untuk mengangkat, mendorong, dan menggalang dukungan elemen masyarakat dalam mewujudkan Kampung Budaya Mancilan.
“Peserta meliputi 27 padepokan ranting pencak silat Kuntu Mancilan dengan 14 penampilan kendang kedencong, 62 penampilan silat dan 10 stan jajanan,” kata Djoko Adri Srijono dalam sambutanya.
Sementara, Wakil Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo, berharap dengan diadakan festival kampung budaya Mancilan bisa menginspirasi pemberdayaan budaya kampung-kampung lainnya. Ia juga menegaskan harus ada geliat inisiatif, baik itu oleh masyarakat setempat ataupun komunitas pegiat-pegiat kampung.
“Oleh karena itu, mari kita nyengkuyung untuk nguri-uri budaya kampung, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Inilah titik awal kita memulai semangat membangun Kota dari Kampung yang linear sesuai dengan program Presiden Republik Indonesia yaitu membangun Indonesia dari pinggiran,” tegas pria yang juga Plt Wali Kota Pasuruan tersebut.
Seusai sambutan diteruskan dengan penampilan pencak silat Kuntu Mancilan. Dalam acara ini juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, salah satu di antaranya yaitu dari Dewan Kesenian Pasuruan (DKP) (ajo/gus).

















