Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 15 Jul 2025

Cak Imin Sebut Pesantren sebagai Solusi Entaskan Kemiskinan


Cak Imin Sebut Pesantren sebagai Solusi Entaskan Kemiskinan Perbesar

Reporter: Sugeng Hariyono

Editor: Ian Arieshandy

 

Pasuruan, Kabarpas.com – Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya peran pesantren dalam upaya pengentasan kemiskinan. Hal itu disampaikan Cak Imin sapaan akrab Menko PM saat menghadiri acara Halaqah Kiai dan Alim Ulama Nusantara di Pondok Pesantren (Ponpes) Terpadu Al-Yasini, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa (15/07/2025).

Pertemuan penting para kiai nusantara ini bertujuan untuk meneguhkan kembali peran pesantren sebagai pusat penguatan umat dan simpul transformasi sosial yang kokoh dalam menghadapi kemiskinan serta ketimpangan sosial di Indonesia.

Acara ini mengusung tema “Pesantren Sebagai Simpul Pengentasan Kemiskinan, Pemberdayaan, dan Kemandirian Masyarakat”. Halaqah ini lahir dari kesadaran kolektif akan besarnya tantangan kemiskinan, ketimpangan sosial, dan keterbelakangan yang masih menjadi masalah serius bagi bangsa.

“Pesantren sebagai simpul pengentasan kemiskinan saat ini, maka peran penting dalam mengangkat kemiskinan saat ini diawali dari pesantren yang sudah lama berkembang melawan kemiskinan,” ujarnya.

Ia menyoroti data bahwa lebih dari 3,17 juta penduduk Indonesia hidup dalam kemiskinan ekstrem, sekitar 20 juta orang berada di bawah garis kemiskinan, dan lebih dari 60 juta tergolong masyarakat rentan yang bisa jatuh miskin hanya karena satu kejadian tak terduga. Angka-angka ini, menurut Muhaimin, adalah wajah nyata dari umat yang membutuhkan perhatian, kepedulian, dan uluran tangan,” ungkapnya.

Dengan sejarah panjang dan akar kuat dalam masyarakat, lanjut Cak Imin, pesantren diyakini memiliki potensi luar biasa sebagai kekuatan sosial-keagamaan untuk menjadi solusi atas permasalahan ini.

“Pesantren menjadi solusi dalam menekan angka kemiskinan saat ini, sewaktu-waktu kemiskinan bisa terjadi lebih tinggi apabila tidak diatasi sejak saat ini,” tambah Muhaimin.

Lebih dari sekadar lembaga pendidikan keIslaman, pesantren telah membuktikan diri sebagai “katup pengaman” sosial dalam berbagai krisis, bahkan menjadi penggerak ekonomi komunitas di akar rumput. Salah satu contoh nyata adalah kiprah Pesantren Sidogiri.

“Melalui jaringan Basmalah Mart yang dikelolanya, pesantren ini mampu menggerakkan ekonomi warga secara signifikan, bahkan mampu menyaingi jaringan ritel nasional di kawasan Tapal Kuda,” tandasnya.

Menurutnya, kekuatan pesantren terletak pada kapasitas sosialnya yang inklusif, nilai gotong royong yang mengakar, serta keteladanan kepemimpinan yang menginspirasi.

“Ribuan pesantren di Indonesia telah terbukti mampu menyediakan pendidikan murah, bahkan gratis, tanpa bergantung pada APBN. Banyak di antaranya berdiri secara mandiri, menunjukkan bahwa pesantren secara sukarela dan konsisten menjalankan fungsi negara. Oleh karena itu, negara dinilai memiliki utang moral terhadap pesantren dan sudah sepatutnya hadir, bersinergi, serta memperkuat potensi besar ini,” pungkasnya. (emn/ian).

Artikel ini telah dibaca 55 kali

Baca Lainnya

9.815 Kuota Bansos Belum Terisi, Pemkab Jember Ajukan Penambahan Penerima

25 September 2026 - 19:13

Pemkot Pasuruan Berangkatkan 28 Peserta Kontingen Porsadin ke Tingkat Jawa Timur

25 September 2026 - 17:06

Ompreng MBG di Jember Disorot karena Disebut Kotor, Pengelola Dapur: Noda Sisa Minyak

25 September 2026 - 16:45

Gus Anam Lepas 20 Santri Andalusia Studi ke Al-Azhar Mesir

25 September 2026 - 13:52

Jember Tawarkan Blueprint Home Care ke Kemenkes, Wamen: Sudah Dikenalkan ke Daerah Lain 

25 September 2026 - 11:46

Gowes Bareng, Mas Adi Tinjau Rusunawa Petahunan hingga Susuri Sungai Melihat Potensi Wilayah Perairan Kota Pasuruan

25 September 2026 - 11:11

Trending di Berita Pasuruan