Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Terkini · 19 Agu 2026

Dari Catatan Penjualan ke Keputusan Usaha: UNU Pasuruan Fasilitasi KUB Kejapanan Makmur Bertransformasi Berbasis Data


Dari Catatan Penjualan ke Keputusan Usaha: UNU Pasuruan Fasilitasi KUB Kejapanan Makmur Bertransformasi Berbasis Data Perbesar

Oleh: Dr. Firda Hariyanti, M.Pd.

 

KABARPAS.COM – ADA pertanyaan sederhana yang ternyata tidak selalu mudah dijawab oleh pelaku usaha: produk mana yang paling laku bulan ini?

Pertanyaan berikutnya biasanya lebih sulit. Berapa sebenarnya omzetnya? Berapa biaya yang sudah dikeluarkan? Produk mana yang paling menguntungkan? Apakah penjualan sedang naik atau justru menurun?

Bagi usaha yang dikelola dari rumah, pertanyaan-pertanyaan tersebut sering kali dijawab berdasarkan ingatan dan perkiraan. Bukan karena pelaku usahanya tidak mampu mengelola bisnis, tetapi karena sejak awal usaha memang tumbuh dari pengalaman sehari-hari. Yang penting produk terjual, pesanan terpenuhi, dan pelanggan kembali membeli.

Saya menemukan situasi semacam itu ketika bersama tim melakukan pendampingan terhadap Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kejapanan Makmur, Desa Kejapanan, Kabupaten Pasuruan.

KUB ini menaungi sekitar 59 pelaku usaha mikro dan kecil berbasis rumah tangga. Sebanyak 51 unit usaha bergerak pada sektor makanan dan minuman, sementara delapan lainnya bergerak di bidang kriya dan kerajinan.

Produk yang mereka hasilkan cukup beragam. Ada pia, kue basah, bakery, katering, jamu, sambal, dan frozen food. Di sektor kerajinan terdapat ecoprint, rajut, bordir, serta berbagai produk kreatif lainnya.

Dari sisi produk, sebenarnya banyak yang sudah memiliki potensi pasar. Persoalannya justru berada di balik produk tersebut: bagaimana usaha dicatat, bagaimana penjualan dibaca, dan bagaimana informasi itu digunakan untuk menentukan keputusan.

Di titik inilah kami melihat bahwa transformasi digital UMKM tidak cukup hanya dengan mengajarkan penggunaan teknologi.

Persoalannya Bukan Sekadar Punya Teknologi

Saat berbicara tentang digitalisasi UMKM, perhatian kita sering langsung tertuju pada media sosial, marketplace, website, atau aplikasi penjualan.

Padahal, sebelum sampai pada tahap itu ada pekerjaan yang jauh lebih mendasar: mencatat apa yang terjadi dalam usaha sendiri.

Pelaku usaha perlu mengetahui berapa omzet yang diperoleh, berapa biaya produksi yang dikeluarkan, berapa keuntungan yang didapat, produk apa yang paling diminati, dan bagaimana perubahan penjualan dari waktu ke waktu.

Tanpa catatan tersebut, keputusan usaha mudah kembali pada perkiraan.

Berapa banyak produk yang dibuat besok? Produk mana yang harus diperbanyak? Apakah sebuah produk masih layak dipertahankan? Kapan promosi perlu ditingkatkan?

Semua pertanyaan itu sebenarnya dapat dibantu oleh data.

Karena itu, dalam program pendampingan KUB Kejapanan Makmur yang berlangsung pada Juli–Agustus 2026, kami tidak menempatkan teknologi sebagai titik awal sekaligus tujuan akhir. Kami mencoba membangun urutan yang lebih sederhana: mencatat, membaca, kemudian mengambil keputusan.

Dari Catatan Menjadi Informasi

Tahap pertama kami arahkan pada penguatan literasi data dan manajemen usaha digital.

Pelaku usaha diajak membangun kebiasaan mencatat omzet, biaya, dan laba dengan cara yang lebih teratur. Hal yang tampak sederhana ini justru penting karena dari catatan tersebut pelaku usaha mulai dapat melihat kondisi bisnisnya secara lebih nyata.

Misalnya, sebuah produk terlihat ramai dipesan. Tetapi apakah produk tersebut benar-benar memberikan keuntungan yang baik? Produk lain mungkin tidak terlalu sering dipesan, tetapi margin keuntungannya lebih tinggi.

Tanpa data, kedua hal tersebut mudah tercampur.

Dari sinilah kami kemudian mengenalkan dashboard dan pengambilan keputusan usaha bersama Dr. Amidatus Sholihat Jamil, M.Pd.

Dashboard dirancang untuk membantu mengubah data usaha menjadi informasi yang lebih mudah dibaca. Data penjualan dan produksi dapat ditampilkan dalam bentuk grafik sehingga perkembangan omzet, tren permintaan, dan produk unggulan lebih mudah dikenali.

Harapannya sederhana: pelaku usaha tidak hanya mempunyai catatan, tetapi mulai mampu bertanya kepada catatan tersebut.

Apa yang sedang terjadi dengan usaha saya?

Pertanyaan semacam itu penting karena keputusan usaha yang baik seharusnya tidak selalu lahir dari dugaan.

Produk Bagus Juga Perlu Tampil Menarik

Persoalan lain muncul ketika pembicaraan bergeser dari pengelolaan usaha ke pemasaran.

Produk yang enak dan berkualitas belum tentu mudah ditemukan konsumen. Di ruang digital, tampilan menjadi bagian penting dari cara sebuah produk diperkenalkan.

Karena itu, pendampingan juga mencakup digital marketing dan branding produk bersama Yunita Khilyatun Nisak, S.TP., M.T.P.

Peserta diajak melihat kembali kemasan, mutu, visual produk, serta cara memperkenalkannya melalui media digital. Data penjualan juga mulai dihubungkan dengan strategi pemasaran.

Jika sebuah produk ternyata memiliki permintaan tinggi, misalnya, produk tersebut dapat menjadi prioritas dalam promosi. Sebaliknya, ketika sebuah produk mengalami penurunan penjualan, pelaku usaha dapat mengevaluasi kembali harga, kemasan, kualitas, maupun cara memasarkannya.

Dengan demikian, data tidak berhenti di buku catatan atau layar dashboard. Data diharapkan sampai pada keputusan yang benar-benar dilakukan oleh pelaku usaha.

Website Bukan Sekadar Etalase

Pendekatan tersebut kemudian diperkuat melalui pengembangan web-app/dashboard KUB Kejapanan Makmur.

Pada sisi internal, sistem dirancang untuk membantu pencatatan data penjualan dan produksi, mengolah data secara lebih praktis, serta menampilkan informasi seperti omzet, tren permintaan, dan produk unggulan.

Pada sisi publik, website menjadi ruang untuk memperkenalkan KUB dan para anggotanya. Profil KUB, daftar UMKM, produk, foto, dan kontak pemasaran dapat ditempatkan dalam satu wadah.

Bagi UMKM yang selama ini bergerak sendiri-sendiri dari rumah, keberadaan satu ruang digital bersama memiliki arti tersendiri. Produk mereka tidak hanya diperkenalkan sebagai produk milik individu, tetapi juga sebagai bagian dari potensi ekonomi KUB Kejapanan Makmur.

Namun, website tentu tidak otomatis membuat penjualan meningkat. Website hanyalah alat.

Yang jauh lebih penting adalah bagaimana KUB dan para anggotanya terus memperbarui informasi, mengelola data, menampilkan produk, dan menggunakannya sebagai bagian dari aktivitas usaha.

Memotret Produk Juga Bagian dari Transformasi

Ada satu hal lain yang kadang dianggap sepele dalam pemasaran digital: foto produk.

Di dunia digital, konsumen sering kali mengenal sebuah produk sebelum pernah memegang atau mencicipinya. Foto menjadi salah satu pintu pertama untuk membangun ketertarikan.

Karena itu, dalam program ini kami juga menyerahkan seperangkat alat pendukung fotografi produk kepada KUB Kejapanan Makmur.

Peralatan tersebut dapat digunakan bersama oleh anggota untuk menghasilkan foto produk yang lebih representatif. Foto itu dapat digunakan untuk katalog website maupun kebutuhan promosi di media sosial dan kanal digital lainnya.

Dengan cara tersebut, transformasi digital tidak hanya berbicara tentang aplikasi atau dashboard. Ia juga menyentuh hal-hal yang sangat dekat dengan aktivitas pemasaran sehari-hari.

Perubahan Dimulai dari Kebiasaan Kecil

Dalam pendampingan UMKM, saya melihat bahwa perubahan tidak selalu datang dalam bentuk yang besar.

Kadang-kadang ia dimulai dari kebiasaan mencatat.

Kemudian muncul kebiasaan membuka catatan tersebut.

Setelah itu mulai muncul pertanyaan: mengapa penjualan bulan ini turun? Mengapa produk tertentu lebih banyak diminati? Apakah biaya produksi meningkat? Produk mana yang sebaiknya diperbanyak?

Ketika pertanyaan-pertanyaan itu mulai muncul, data mulai memiliki fungsi.

Ketua KUB Kejapanan Makmur, Sulistiqoanah, juga melihat perubahan tersebut. Menurutnya, sebagian anggota selama ini memang masih banyak mengandalkan pengalaman dan perkiraan dalam menjalankan usaha.

“Melalui pelatihan ini, kami mulai memahami pentingnya mencatat dan membaca data penjualan sebagai dasar menentukan produksi dan pemasaran,” ujarnya.

Ia juga melihat website KUB sebagai wadah yang dapat membantu memperkenalkan produk anggota kepada masyarakat.

Bagi kami, respons tersebut menunjukkan bahwa teknologi baru akan berarti apabila dapat menjawab kebutuhan yang memang dirasakan oleh mitra.

Agar Program Tidak Berhenti Setelah Pendampingan

Salah satu persoalan dalam program pemberdayaan adalah bagaimana memastikan hasil kegiatan tetap digunakan setelah tim pelaksana meninggalkan lokasi.

Karena itu, rangkaian program ini tidak berhenti pada pelatihan.

Bersama anggota Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, kami melakukan serah terima hasil program kepada KUB Kejapanan Makmur, berupa modul literasi data, SOP pengelolaan usaha, website KUB, serta perangkat pendukung fotografi produk.

Luaran tersebut disiapkan agar dapat digunakan oleh mitra secara berkelanjutan.

Pengelolaan website dan data juga diarahkan untuk dapat dilanjutkan oleh pengelola yang ditunjuk KUB. Dashboard diharapkan menjadi bagian dari evaluasi usaha secara berkala, bukan sekadar produk digital yang digunakan ketika program masih berlangsung.

Tentu, tantangannya tidak ringan.

Sistem yang bagus tidak akan banyak berarti jika data tidak diperbarui. Dashboard tidak akan membantu jika tidak pernah dibuka. Website tidak akan berkembang jika produk dan informasi di dalamnya tidak diperbarui.

Karena itu, keberlanjutan program pada akhirnya tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi pada kebiasaan baru yang dibangun bersama.

Dari Kejapanan, Kita Belajar tentang Arti Digitalisasi

Pengalaman bersama KUB Kejapanan Makmur membuat saya semakin melihat bahwa digitalisasi UMKM sebenarnya bukan persoalan memindahkan usaha dari cara konvensional ke perangkat digital.

Digitalisasi adalah perubahan cara berpikir dalam mengelola usaha.

Pelaku usaha mulai belajar bahwa omzet perlu dicatat. Biaya perlu dihitung. Produk perlu dibandingkan. Penjualan perlu dibaca. Promosi perlu dievaluasi.

Teknologi kemudian hadir untuk membuat proses tersebut lebih mudah.

Karena itu, website, dashboard, fotografi produk, dan pemasaran digital bukanlah tujuan akhir. Semuanya merupakan alat untuk membantu pelaku usaha mengambil keputusan dengan informasi yang lebih baik.

Pada akhirnya, daya saing UMKM bukan hanya soal seberapa bagus produk yang dihasilkan atau seberapa luas produk dipasarkan. Kemampuan mengenali kondisi usahanya sendiri juga menentukan apakah sebuah usaha mampu bertahan dan berkembang.

KUB Kejapanan Makmur masih berada dalam proses menuju ke sana.

Tetapi langkah awal sudah dimulai: dari sekadar menjalankan usaha berdasarkan kebiasaan, menuju kebiasaan mencatat, membaca, dan menggunakan data untuk menentukan arah usaha.

Program ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat, Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat tahun pendanaan 2026, yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Bagi KUB Kejapanan Makmur, pekerjaan berikutnya bukan lagi sekadar belajar menggunakan teknologi. Tantangannya adalah menjadikan teknologi dan data sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari dalam mengelola usaha.

Sebab, ketika pelaku UMKM mulai mampu membaca angka-angka dalam usahanya sendiri, mereka sebenarnya sedang mulai membaca masa depan usahanya. (***).

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Diperta Kabupaten Probolinggo Gencarkan Gerakan Tanam Padi Dukung Swasembada Pangan

19 Agustus 2026 - 13:05

HUT RCTI ke-37 Hadirkan “Wedding Celebration Sena & Davina”, Pernikahan Paling Dinanti Keluarga Indonesia

19 Agustus 2026 - 12:42

Inilah Rangkaian Kegiatan Semarak 12 Tahun Kabarpas

18 Agustus 2026 - 23:51

Di Balik Layar 12 Tahun Kabarpas: Dari Satu Biro Kecil Menjadi Ekosistem Kreatif

18 Agustus 2026 - 17:55

KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Perlintasan, Terapkan Teknologi Beton CLC

18 Agustus 2026 - 13:06

HUT ke-81 RI, Kemnaker Tegaskan Komitmen Perkuat SDM dan Perluas Kesempatan Kerja

18 Agustus 2026 - 08:56

Trending di KABAR NUSANTARA