Pasuruan, Kabarpas.com – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Shalihin bekerja sama dengan RSU Hermina Pasuruan menyelenggarakan bakti sosial pemeriksaan mata gratis bagi masyarakat luas pada Rabu (23/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kompleks Masjid Al Shalihin, Jalan Irian Jaya, Kelurahan Karanganyar, Kota Pasuruan ini disambut antusias oleh ratusan warga.
Sejak pagi hari, antrean warga dari berbagai penjuru Kota maupun Kabupaten Pasuruan tampak memadati lokasi acara. Tingginya partisipasi ini memperlihatkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses layanan skrining kesehatan yang mudah dijangkau dan bebas biaya.
Jalannya kegiatan sosial ini dipantau langsung oleh Sie Kesehatan DKM Masjid Al Shalihin, Habib Amer, berdampingan dengan tim medis RSU Hermina Pasuruan yang dipimpin oleh Manager Pelayanan RSU Hermina, dr. Rivaldo.
Layanan ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Ita Nurjanah, warga Curahdukuh yang datang bersama lima kerabatnya, mengaku sangat terbantu dengan adanya skrining tersebut. Melalui fasilitas cuma-cuma ini, warga dapat mengetahui kondisi kesehatan indra penglihatan mereka sejak dini tanpa terkendala beban finansial.
Apresiasi senada turut diutarakan oleh warga lainnya, seperti Shohib, Imam, dan Yusuf. Bagi mereka, deteksi dini terhadap gangguan penglihatan sangat penting untuk mencegah risiko penyakit mata yang lebih parah. Warga pun berharap ke depannya program serupa terus berlanjut, terutama rujukan penanganan medis lanjutan bagi peserta yang terindikasi membutuhkan tindakan medis lebih jauh.
Ketua Dewan Masjid Al Shalihin, Shaleh Thalib, menegaskan bahwa bakti sosial ini merupakan implementasi nyata dari konsep dakwah sosial masjid yang menyentuh kebutuhan rill umat.
”Layanan Pemeriksaan Mata Gratis ini merupakan bagian dari dakwah dan syiar Masjid Al Shalihin. Selain kegiatan ini, kami juga secara rutin menyelenggarakan layanan bekam setiap bulan. Semoga ikhtiar kecil ini dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan warga dan jamaah masjid serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tutur Shaleh Thalib.
Kolaborasi antara lembaga keagamaan dan institusi pelayanan kesehatan ini diharapkan mampu terus memupuk kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya memelihara kesehatan mata demi menjaga mutu hidup serta produktivitas harian. (dan/ian).

















