Jember, Kabarpas.com – Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut optimisme terhadap perekonomian Indonesia semakin besar setelah mendengarkan pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, Jumat (14/8/2026).
Menurut Fawait, optimisme tersebut bukan sekadar pernyataan politik. Ia menyebut sejumlah indikator ekonomi menunjukkan adanya pertumbuhan yang dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk ikut mendorong kesejahteraan masyarakat.
Fawait menyampaikan hal itu setelah mengikuti rangkaian sidang tahunan secara daring bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD, serta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Jember di gedung DPRD Jember.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan sejumlah capaian pemerintah selama 21 bulan masa pemerintahannya. Ia menyebut pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif untuk menyelesaikan berbagai persoalan nasional.
Prabowo juga memaparkan sejumlah capaian di sektor pangan dan energi. Pemerintah, antara lain, mengklaim telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan serta mulai mewujudkan swasembada energi melalui produksi biodiesel B50.
Di bidang badan usaha milik negara (BUMN), Prabowo mengatakan pemerintah telah menutup 290 BUMN dan menargetkan jumlah BUMN dipangkas menjadi paling banyak 300 perusahaan pada akhir 2026.
Presiden menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari restrukturisasi korporasi untuk mengurangi perusahaan yang tidak produktif sekaligus menekan biaya operasional.
“Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat,” tandas Prabowo dalam pidatonya.
Fawait mengatakan salah satu pesan penting dari pidato Presiden adalah memastikan pertumbuhan ekonomi tidak berhenti pada angka statistik.
Ia menilai pertumbuhan ekonomi harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang dapat dirasakan masyarakat, terutama kelompok yang selama ini belum memperoleh akses pelayanan publik secara memadai.
“Kita tahu bersama bahwa optimisme ini semakin membesar karena bukan omon-omon. Ini berdasarkan indikator-indikator, angka-angka yang bisa dipertanggungjawabkan, yaitu angka-angka dari BPS dan dari lembaga-lembaga yang independen lainnya,” ucap Fawait.
Ia menyinggung pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama dan semester pertama 2026 yang menurutnya menunjukkan kinerja positif dibanding periode-periode sebelumnya.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi modal bagi pemerintah daerah untuk memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu.
“Pesan Presiden jelas bahwa pertumbuhan ekonomi ini jangan sampai dinikmati oleh segelintir orang. Ini harus dinikmati oleh semua lapisan masyarakat,” ujarnya.
Di Jember, Fawait mengatakan pesan tersebut diterjemahkan melalui sejumlah program pemerintah daerah, termasuk Home Care, pelayanan kesehatan gratis dan program beasiswa.
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses pelayanan publik kepada masyarakat, khususnya kelompok yang selama ini dinilai belum mendapatkan perhatian secara optimal.
“Mulai dengan Home Care, pelayanan kesehatan gratis, beasiswa, dan lain sebagainya. Itu bagian dari ikhtiar dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, terutama kaum-kaum yang selama ini termarjinalkan,” katanya.
Selain pertumbuhan ekonomi, Fawait menilai ketahanan pangan menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional.
Ketika ditanya mengenai kondisi pangan di Jember setelah Presiden menyampaikan capaian swasembada pangan nasional, Fawait menyebut situasi di daerahnya relatif aman.
“Sangat aman di Jember,” kata dia.
Fawait mengatakan produksi padi dan beras Jember pada 2025 kembali menempatkan daerah tersebut dalam tiga besar di Jawa Timur.
Ia berharap produksi pangan tetap terjaga meski sektor pertanian menghadapi tantangan perubahan cuaca.
Menurutnya, pemerintah daerah telah melakukan sejumlah langkah untuk meningkatkan ketahanan pangan, termasuk pembangunan dan optimalisasi irigasi perpompaan serta optimalisasi lahan.
Dukungan TNI dan Polri juga disebut ikut memperkuat program pemerintah di sektor pertanian.
“Kita mendapatkan support penuh dari TNI-Polri. Saya yakin sektor pangan di Jember akan jauh lebih baik kondisinya,” ujar Fawait.
Ia mengakui ancaman perubahan cuaca, termasuk potensi El Nino, tetap menjadi tantangan bagi sektor pertanian. Namun, pemerintah daerah optimistis memiliki kesiapan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Kalaupun kita akan menghadapi tantangan cuaca El Nino dan lain sebagainya, saya yakin kita bisa lebih siap dibanding sebelum-sebelumnya,” kata Fawait.
Bagi Fawait, pesan kemerdekaan yang disampaikan Presiden bukan semata soal capaian pemerintah selama hampir dua tahun terakhir. Ukuran keberhasilannya, menurut dia, adalah seberapa jauh pertumbuhan ekonomi dan kebijakan pemerintah dapat diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
Di tingkat daerah, ia menyebut Pemkab Jember akan melanjutkan kolaborasi bersama Forkopimda dan seluruh perangkat daerah untuk menerjemahkan agenda tersebut dalam program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. (dan/ian).

















