Reporter : Ajo
Editor : Agus Hariyanto
Pasuruan, Kabarpas.com – Dalam rangka meningkatkan peran dan fungsi Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan yang salah satunya adalah memberikan pertimbangan dalam perumusan dan pelaksanaan Kebijakan Pendidikan di Kabupaten Pasuruan, Dewan pendidikan kabupaten setempat mengadakan kegiatan Focus Gruop Discussion (FGD) yang melibatkan para pemangku kepentingan (stakeholders pendidikan) dalam menformulasi peran serta masyarakat dalam peningkatan mutu dan layanan pendidikan.
Acara tersebut dilaksanakan di lantai 6 Hotel Dalwa Bangil Kabupaten Pasuruan dan dikemas dalam format Talkshow yang partisipatif dan terbuka, dan menghadirkan Nara Sumber utama yaitu Prof. Akh. Muzakki, M.Ag, Grand.Dipl.SEA, M.Phil, P.hD (Ketua Dewan Pendidikan Propinsi Jawa Timur/Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya) dan Dr. Zainal Abidin, S.Ag, M.Pd (Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan/Rektor IAI Dalwa Bangil).
Prof Zakki, dalam paparannya menyampaikan bahwa salah satu faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan peningkatan mutu dan layanan pendidikan di daerah adalah terwujudnya partisipasi aktif dari seluruh komponen/stakeholders masyarakat, karena pendidikan merupakan hal yang amat penting untuk meningkatkan profesionalisme dan martabat sumber daya manusia (human resorces) serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Bahkan kedepan, dibutuhkan SDM yang unggul, karena SDM yang unggul itulah yang akan menjadi pemenang, untuk mewujudkan itu maka diperlukan sinergi antara pemerintah, orang tua dan masyarakat dalam Penguatan kapasitas SDM, penguatas nilai dasar melalui pembelajaran akhlaq autentik, penguatan kompetensi tehnis, melalui pengembangan kecakapan IT, dan peningkatan dukungan materiil melalui kebijakan afirmasi anggaran,” paparnya.
Senada dengan itu, Habib Dr. Zainal Abidin (Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan) menambahkan bahwa sebenarnya sekolah adalah rumah kedua bagi peserta didik, oleh karenanya guru, orang tua, dan masyarakat haruslah menjadi sumber informasi dan sumber keteladanan.
“Kebijakan penguatan karakter, itu harus berbasis keluarga. Karena keluarga adalah sumber utama dan merupakan pendidikan utama, makanya orang tua harus selalu memberikan keteladanan dalam setiap gerak dan langkahnya,” terangnya.
HM. Barizi Ahmad, Ketua Panitia, berharap keterlibatan semua pihak dalam FGD (Focus Group Discussion) ini sangat penting.
“Makanya kami menghadirkan dari berbagai unsur, ada Dari Dinas Pendidikan, Kemenag, UPT Pendidikan Menengah, DRD, PGRI, LP Maarif NU, Dikdasmen Muhammadiyah, perwakilan Pondok Pesantren, dan dari kalangan Perguruan Tinggi,” tegasnya.
Sementara, Moh. Syukron Aby, Sekretaris Dewan Pendidikan menambahkan bahwa tujuan kegiatan FGD (Focus Group Discussion) adalah sebagai media dan ruang silaturrahim Dewan Pendidikan dengan Pemangku kepentingan dan mitra strategis.
“Sehingga bisa bersama-sama memahami tantangan & permasalahan pendidikan serta merumuskan formulasi peran serta masyarakat, dalam peningkatan mutu dan layanan pendidikan di Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.
Selain itu, salah satu perwakilan dari RMI (Badrus salam) dan PGRI (Nur Hadi) berharap kegiatan FGD seperti ini kalau bisa secara sustainable (berkelanjutan).
“Karena dengan adanya temu stakeholders seperti ini akan mampu memberikan alternatif solusi terhadap berbagai persoaln tentang pendidikan, karena SDM yang unggul itu, tidak cukup hanya pinter tapi juga harus bener, yang penting lagi memiliki daya saing,” tutupnya. (ajo/gus).

















