Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 12 Mei 2023

Disperta Harap Masyarakat Tidak Jual Hewan Ternak yang Terjangkit Lumpy Skin Desease


Disperta Harap Masyarakat Tidak Jual Hewan Ternak yang Terjangkit Lumpy Skin Desease Perbesar

Probolinggo, Kabarpas.com – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo memfasilitasi pengambilan sample ternak terduga Lumpy Skin Desease (LSD) oleh UPT Laboratorium Kesehatan Hewan (Keswan) Malang di wilayah Kecamatan Sumberasih dan Sumber.

Pengambilan sample ternak terduga LSD ini melibatkan Tim UPT Laboratorium Keswan Malang yang dipimpin oleh drh. Novi Manopo serta Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diperta Kabupaten Probolinggo drh Nikolas Nuryulianto, Medik Veteriner Muda drh Machrus, Kepala UPT Puskeswan, Koordinator ISHIKNAS dan para petugas teknis di lapangan.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh Nikolas Nuryulianto mengatakan pengambilan sample ternak terduga LSD ini secara umum bertujuan untuk membuktikan status penyakit ternak di Kecamatan Sumberasih dan Sumber yang terduga LSD.

“Secara khusus adalah untuk merespon dini penularan penyakit baru dengan sangat cepat untuk pengendalian yang efektif. Pengambilan sample saat ini ada 3 yaitu sample darah, kerokan kulit dan keropeng yang ada di tubuh ternak terduga LSD,” katanya.

Menurut Niko, Tim UPT Laboratorium Keswan Malang dan Diperta Kabupaten Probolinggo memperoleh sample darah, kerokan kulit dan keropeng sapi terduga LSD yang langsung dibawa ke UPT Laboratorium Keswan Malang. Selanjutnya UPT Laboratorium Keswan Malang akan berkoordinasi dengan BBVet Wates Yogyakarta untuk menentukan hasil uji LSD terhadap ternak yang di ambil sample tersebut. “Untuk hasilnya menunggu sekitar kurang lebih 2 minggu sejak pengambilan sample dilakukan agar diketahui hasilnya,” jelasnya.

Niko berharap masyarakat pemilik ternak tidak melalulintaskan/menjual ternak yang terduga LSD dan sudah diambil sample tersebut sehingga bisa diketahui kondisi dan tetap dilakukan pengawasan.

“Selain itu melakukan pengobatan oleh dokter hewan maupun petugas teknis setempat sehingga tidak menyebar ke daerah lain di wilayah Kabupaten Probolinggo maupun daerah sekitar,” pungkasnya. (len/ian).

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Tembakau Paiton VO Probolinggo Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis

19 September 2026 - 22:55

Penilik Sukapura-INOVASI Gelar Workshop Pengembangan Literasi bagi Guru PAUD

18 September 2026 - 11:40

Diperta Kabupaten Probolinggo Perkuat Stok Benih Tembakau Paiton 4

15 September 2026 - 10:39

KREASI Kalbar Kunjungi SDN Sukapura 3, Pelajari Praktik Pembelajaran Kelas Rangkap

13 September 2026 - 23:13

Modul Kepemimpinan Disiapkan untuk Perkuat Pembelajaran Kelas Rangkap

12 September 2026 - 14:50

Tiga Emas Disapu Bersih, FAJI Probolinggo Kuasai Slalom Kejurprov 2026

5 September 2026 - 17:01

Trending di Kabar Probolinggo