Reporter: Yanuar Fahmi
Editor: Agus Hariyanto
Sidoarjo, Kabarpas.com – Bencana banjir di Desa Kedungbanteng dan Banjarasri, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mulai hari ini meningkat di status tanggap darurat. Pemkab Sidoarjo pun pasang target selama 14 hari atau dua minggu ke depan, ditargetkan banjir harus sudah bisa teratasi.
Sejak ditingkatkannya di status tanggap darurat, berbagai kegiatan dilakukan, termasuk pengoperasian pompa air, pemasangan kisdam atau penahan air, dapur umum, tempat evakuasi, dan sejumlah kegiatan lain.
Ada delapan pompa yang disiapkan, lima sudah beroperasi, tiga pompa lain menyusul untuk mengoptimalkan kinerja besok.
Lima pompa ini ditempatkan di tepi sungai untuk menyedot air luberan saluran Kedungbanteng. Air dilarikan ke Banjarpanji, kemudian dipompa menuju Kedungpeluk. Kapasitas satu pompa air ini mencapai 6 ribu liter per detik.
Tim dari BPBD Pemprov Jatim, BPBD Sidoarjo, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA), dan sejumlah pihak terus bekerja untuk mengatasi banjir yang sudah sekitar dua bulan tersebut. Selain pompa, di Afvour Kedungbanteng juga dipasangi kisdam.
Pendirian pos evakuasi di Balai Desa Banjarasri dan Kedungbanteng.
Di lokasi banjir, juga mulai disiapkan pos evakuasi di Balai Desa Banjarasri dan Kedungbanteng. Sewaktu-waktu dipakai sebagai tempat pengungsian warga korban banjir.
“Pos evakuasi belum digunakan. Sebab warga belum ada yang mengungsi. Mereka banyak memilih bertahan di rumahnya,” kata Camat Tanggulangin Sabino Mariano.
Sampai saat ini pihak kecamatan tanggulangin masih menunggu data warga dari masing-masing Desa jika ada warganya yang mengungsi. (yan/gus).

















