Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 8 Nov 2025

FKUB Kota Pasuruan Gelar Sarasehan Lintas Agama Bertajuk tentang Perempuan Sebagai Agen Perdamaian


FKUB Kota Pasuruan Gelar Sarasehan Lintas Agama Bertajuk tentang Perempuan Sebagai Agen Perdamaian Perbesar

​Pasuruan, kabarpas.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pasuruan menggelar kegiatan Sarasehan Kerukunan Perempuan Lintas Agama. Acara yang berlangsung di Ballroom Elkana, Jalan Panglima Sudirman, pada Sabtu (08/11/2025) ini merupakan upaya strategis untuk memperkuat toleransi dan moderasi beragama di tengah masyarakat yang beragam.

​Mengangkat tema “Peran Aktif Perempuan Lintas Agama dalam Membangun Toleransi dan Keberagaman,” kegiatan ini menjadi wadah penting bagi tokoh-tokoh perempuan dari berbagai latar belakang agama. Mereka hadir untuk berdialog, bertukar pikiran, dan berbagi pandangan dalam rangka memperkuat nilai kebersamaan serta mempererat hubungan antarumat di Kota Pasuruan.

Ketua FKUB Kota Pasuruan, H. Ma’mur Salim, dalam sambutannya menegaskan peran sentral perempuan dalam menciptakan suasana damai.​

“Perempuan memiliki peran besar dalam menciptakan suasana damai. Mereka mampu menanamkan nilai toleransi sejak dini, baik melalui lingkungan keluarga maupun lingkungan sosial,” papar H. Ma’mur Salim.

​Ma’mur Salim juga menekankan bahwa dialog lintas iman seperti ini sangat penting untuk menjaga komunikasi yang setara dan saling menghargai. Ia berharap para perempuan lintas agama dapat terus menjadi penggerak utama dalam menumbuhkan kesadaran moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk.

Sarasehan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Hj. Masfufah dan Pdt. Elsya Sohilait, yang memaparkan mengenai pentingnya keterlibatan perempuan dalam menolak sikap intoleran.

​Hj. Masfufah menegaskan bahwa keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak. “Dari situlah nilai-nilai menghormati perbedaan mulai tumbuh. Perempuan sebagai ibu memiliki peran kunci di sini,” ujarnya.

​Senada dengan itu, Pdt. Elsya Sohilait menambahkan bahwa sinergi yang terjalin antarperempuan lintas agama dapat menjadi pondasi yang kokoh bagi kerukunan.

​”Kita perlu terus berinteraksi tanpa prasangka, agar keberagaman ini tidak hanya sekadar diterima, tetapi menjadi kekuatan bersama,” tambah Pdt. Elsya Sohilait.

​Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk mempererat jaringan organisasi perempuan lintas iman di Kota Pasuruan. Di akhir acara, Ketua FKUB menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta dan berharap semangat toleransi yang tumbuh dari sarasehan ini mampu menjadi contoh nyata dalam menjaga persaudaraan di tengah perbedaan. (emn/ian).

Artikel ini telah dibaca 43 kali

Baca Lainnya

Terduga Pelaku Curanmor Siang Bolong Ditangkap

10 September 2026 - 19:10

Pesantren Bertemu Energi Nasional: Gus Rozi dan Pradana Indraputra Bahas Kolaborasi Anak Muda

10 September 2026 - 19:01

BGN Tetapkan Standar Minimal 80% Susu Segar untuk Program MBG, Peternak Lokal Sambut Optimistis dengan Kembali Mendatangkan Sapi Impor

10 September 2026 - 18:02

Bentuk Karakter Pemimpin Visioner, SMP dan SMK Darul Ulum Rebalas Gelar LDKS di Banyubiru

10 September 2026 - 16:22

Jembatan Buk Wedi Pasuruan Kembali Dibuka Normal

10 September 2026 - 13:43

Diduga Ada “Main Mata” dalam Pembagian Anggaran Iklan Jawara DPRD Pasuruan

9 September 2026 - 16:10

Trending di Berita Pasuruan