Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 30 Agu 2019

Ini Upaya Gabungan Organisasi Wanita Kota Pasuruan dalam Dukung Pemerintah Cegah Stanting


Ini Upaya Gabungan Organisasi Wanita Kota Pasuruan dalam Dukung Pemerintah Cegah Stanting Perbesar

Reporter : Ajo

Editor : Agus Hariyanto

 

Pasuruan, Kabarpas.com – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke 74 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019 dan salah satu kegiatan pembinaan P2WKSS (peningkatan peranan wanita menuju keluarga sehat sejahtera), maka Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Pasuruan bekerjsama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pasuruan, meyelenggarakan kegiatan senam dan  seminar peningkatan kualitas hidup perempuan dan pelayanan kesehatan gratis, di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Pasuruan.

Kegiatan tersebut  secara resmi di buka oleh Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Pasuruan Ibu drg. Adisty Dwipayanti Raharto, Sp.Orth dan  berlangsung pada hari Jumat (30/8/2019) pagi. Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh anggota organisasi wanita Se-Kota Pasuruan dengan jumlah 350 orang.

Menurut Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Pasuruan drg. Adisty Dwipayanti Raharto, mengatakan adapun maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan jalinan silaturahmi sesama anggota organisasi wanita Se-Kota Pasuruan.

“Dan juga sebagai bekal bagi anggota organisasi wanita untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat serta upaya pencegahan stanting,” tegasnya.

Untuk sekadar diketahui sebelum mengikuti seminar, para anggota organisasi wanita dengan penuh semangat, energik dan antusias melaksanakan senam bersama di lapangan Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Pasuruan.

Pemaparan materi oleh dr. Vita Romalia dari Dinas Kesehatan Kota Pasuruan mengatakan antara lain Istilah “stunting” tidak dikenal oleh masyarakat. Masyarakat lebih mengenal istilah lain seperti: pendek, cebol, kerdil, atau capul.

“Pencegahan stunting pada anak meliputi memperbaiki pola makan dan mencukupi gizi selama kehamilan, emperbanyak konsumsi makanan yang mengandung zat besi, yodium, zink dan asam folat, memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang baik sampai 1000 HPK (hari pertama kehidupan) dan meningkatkan kebersihan lingkungan dan akses air bersih,” terangnya.

Di samping itu bahaya stunting antara lain menghambat pertumbuhan tinggi dan berat badan, tumbuh kembang anak tidak optimal, mempengaruhi kecerdasan dan kemampuan belajar anak serta mudah terserang penyakit. (ajo/gus).

Artikel ini telah dibaca 50 kali

Baca Lainnya

HUT ke-81 RI di Kota Pasuruan, Dari Remisi hingga Beri Hadiah untuk Bayi yang Lahir 17 Agustus

17 Agustus 2026 - 16:12

74 Paskibraka Kota Pasuruan Dikukuhkan

16 Agustus 2026 - 07:48

Wali Kota Pasuruan Serahkan Bansos RTLH, Dorong Terwujudnya Rumah Sehat dan Layak Huni

13 Agustus 2026 - 09:43

Ratusan Pelajar SMP di Kota Pasuruan Meriahkan Lomba Dolanan Tradisional 

1 Agustus 2026 - 18:54

Ratusan Siswa Baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pasuruan Ikuti MPLS, Wali Kota Tekankan Sekolah Ramah Tanpa Bullying

1 Agustus 2026 - 13:53

Sinergi Penguatan Kesejahteraan Keluarga: TP PKK Jatim Lakukan Monitoring dan Pembinaan 10 Program Pokok PKK di Kota Pasuruan

24 Juli 2026 - 20:25

Trending di Berita Pasuruan