Masa pensiun dari lapangan hijau tak lantas membuat semangat sang legenda sepak bola Pasuruan meredup. Khasan Sholeh, sosok yang pernah berjaya bersama Persekabpas Pasuruan dan Persema Malang, kini menorehkan prestasi baru di dunia wirausaha.
———————————————————————–
Oleh: Emen Sugeng Hariyono, wartawan Kabarpas biro Pasuruan
———————————————————————–
KABARPAS.COM – PRIA yang akrab disapa Kano ini memilih fokus mengabdi sebagai abdi negara sekaligus menjadi pengusaha ternak sukses di kampung halamannya, Desa Kraton, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Bagi pecinta sepak bola Jawa Timur, khususnya suporter setia Persekabpas, nama Khasan Sholeh tentu tidak asing. Mantan wingback andalan yang menjadi bagian dari sejarah emas Laskar Sakera ini kini mengisi hari-harinya dengan rutinitas yang jauh dari hiruk-pikuk stadion.
Pasca memutuskan gantung sepatu pada tahun 2015 silam, pria berusia 43 tahun ini lebih memilih jalur peternakan dibanding terjun ke dunia kepelatihan. Statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi alasan utama ia tidak mengambil lisensi pelatih, lantaran khawatir tidak bisa maksimal dalam membagi waktu tugas negara.
Namun, siapa sangka berawal dari sekadar hobi mengisi waktu luang, kini “Kasano” berhasil meraup omzet hingga jutaan rupiah setiap minggunya. Di area rumahnya, ia mengelola peternakan yang cukup besar, mulai dari ratusan pasang burung merpati balap, ternak sapi, hingga ayam potong.
Ketelatenannya dalam merawat hewan ternak tersebut kini bertransformasi menjadi sumber penghasilan tambahan yang sangat menjanjikan. Meski kini jauh dari garis lapangan, Khasan mengaku jiwa sepak bolanya tidak pernah padam.
”Saya tetap menaruh harapan besar agar talenta muda di Pasuruan terus berkembang menjadi pemain profesional,” tegas Khasan Sholeh saat ditemui pada Rabu (06/05/2026).
Menutup pembicaraan, ia juga menyelipkan doa untuk tim yang telah membesarkan namanya. “Saya berharap agar tim kebanggaan Persekabpas Pasuruan bisa kembali bangkit dan naik kasta ke Liga 1, mengulang masa kejayaan yang pernah kami ukir dahulu,” pungkasnya. (ron/tin)

















