Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Otomotif · 5 Mei 2026

#Cari_Aman untuk Pelajar, Pastikan 17 Tahun dan Punya SIM


#Cari_Aman untuk Pelajar, Pastikan 17 Tahun dan Punya SIM Perbesar

Sidoarjo, Kabarpas.com – Maraknya siswa sekolah yang menggunakan sepeda motor ke sekolah saat ini menimbulkan keprihatinan, terutama terkait aspek keselamatan dan kematangan usia pengendara. Padahal aturan sudah jelas, yakni minimal berusia 17 tahun.

Fenomena ini membutuhkan perhatian serius dari orang tua dan sekolah. Pasalnya, kecelakaan lalu lintas masih kerap melibatkan pelajar yang belum memenuhi syarat usia maupun kesiapan berkendara.

Ada beberapa alasan mengapa anak di bawah usia 17 tahun belum diperbolehkan mengendarai sepeda motor. Dari sisi psikologis, pada usia tersebut seseorang dinilai sudah lebih mampu fokus dalam mengambil keputusan serta mulai mengendalikan emosi saat berada di jalan. Sementara itu, anak di bawah 17 tahun bisa saja telah matang secara fisik, namun belum tentu siap secara mental.

Selain itu, dari sisi fisik, rata-rata pada usia 17 tahun seseorang memiliki postur tubuh yang lebih ideal untuk mengendarai sepeda motor. Postur yang belum optimal dapat memengaruhi keseimbangan dan teknik berkendara, sehingga berisiko terhadap keselamatan.

Oleh karena itu, setiap pengendara diwajibkan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sebagai bukti telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas, serta terampil mengendarai kendaraan bermotor. Untuk sepeda motor, pengendara yang telah memenuhi syarat dapat memiliki SIM C.

“Momentum Hari Pendidikan Nasional ini menjadi pengingat pentingnya peran orang tua dalam membentuk kebiasaan aman anak, termasuk tidak memberikan izin berkendara sebelum usia 17 tahun dan memiliki SIM. Melalui sinergi bagi negeri bersama Dinas Perhubungan dan Kepolisian, kami terus mengedukasi pelajar agar memiliki kesadaran dan kedisiplinan dalam berkendara serta selalu mengutamakan #Cari_Aman di jalan,” ujar Suhari.

MPM Honda Jatim secara konsisten menggelar edukasi keselamatan berkendara melalui berbagai program pelatihan bagi pelajar dan masyarakat, baik melalui kegiatan di sekolah maupun di Safety Riding Center Sidoarjo. Hingga saat ini, lebih dari 20.000 generasi muda dari tingkat menengah hingga perguruan tinggi di Jawa Timur telah mendapatkan edukasi safety riding sebagai bagian dari komitmen membangun budaya berkendara yang aman.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, MPM Honda Jatim juga membangun Safety Riding Lab Astra Honda di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen sebagai wujud sinergi dengan dunia pendidikan dalam menghadirkan pembelajaran keselamatan berkendara yang berkelanjutan.

MPM Honda Jatim mengajak seluruh orang tua dan pihak sekolah untuk bersama-sama berperan aktif dalam mengawasi serta memberikan edukasi kepada anak-anak agar mematuhi aturan berkendara. Dengan disiplin sejak dini, diharapkan dapat tercipta generasi muda yang lebih peduli, bertanggung jawab, dan selalu mengutamakan keselamatan melalui semangat #Cari_Aman di setiap perjalanan. (dit/ian).

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Supervisi 209 Dapur MBG di Jember Rampung, Bupati Fawait Sebut Administrasi Mulai Tertib

21 Juni 2026 - 15:13

Pemkab Jember Ajukan Enam Raperda, Klaim Ekonomi 2025 Tumbuh di Atas Jatim dan Nasional

21 Juni 2026 - 15:11

Bupati Jember Nilai Aksi Dukungan MBG Jadi Bukti Demokrasi Berjalan: Perbedaan Aspirasi Harus Dihormati

21 Juni 2026 - 13:34

Piala Soeratin U-13 dan U-15 Trenggalek Batal Digelar di Stadion Menak Sopal, Simak Alasannya

21 Juni 2026 - 12:54

Antara Toga dan Dunia Kerja

21 Juni 2026 - 10:20

Ribuan Warga Padati Saksikan Road to Kilau Raya MNCTV, Semarakkan HUT ke-108 Kota Mojokerto

21 Juni 2026 - 08:05

Trending di Entertainment