Selasa, 20 Mei 2025 – 16.23 | 1204 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 di Desa Plalangan Kecamatan Kalisat menjadi agenda kolaborasi antara TNI, Pemdes Plalangan, dan Pemkab Jember.
Para stakeholder tersebut bersinergi di sejumlah sektor, tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik.
Momen terbaru, Kodim 0824/Jember bekerjasama dengan Dinas Peternakan memberikan layanan kesehatan hewan kepada para pemilik ternak di Desa Plalangan.
Pada tahap awal, para peternak akan diberikan penyuluhan agar memahami seluk beluk mengenai peternakan. Mulai dari menginventarisir permasalahan, mitigasi, sampai penanganan masalah.
“Penyuluhan ini untuk mengetahui dan mendata problem yang dihadapi para peternak, termasuk melakukan pendataan terhadap ternak warga yang terjangkit penyakit. Selanjutkan akan dilakukan layanan kesehatan hewan jika ditemukan hewan ternak yang sakit,” kata Wandu Welas, Kepala Bidang Peternakan di tengah acara penyuluhan.
Usai penyuluhan, pemeriksaan kesehatan pada hewan ternak akan dilakukan pada hari berikutnya.
Lian Candra, dokter hewan dari Puskeswan Kalisat mengatakan petugas akan melakukan pengecekan untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh para peternak. Termasuk, pemberian vaksin ke hewan ternak.
“Saat ini masih penyuluhan dulu, nanti kalau ada ternak warga yang terjangkit penyakit, akan kita berikan layanan kesehatan secara gratis, termasuk memberikan vitamin kepada ternaknya,” ungkapnya.
Lian menambahkan, meski sejauh ini tidak ada tanda-tanda atau laporan adanya penyakit pada ternak, pihaknya tetap akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada saat layanan kesehatan berlangsung hari berikutnya.
Sementara, Kepala Desa Plalangan Sofyan Zulkarnain Malik menyambut baik kolaborasi antara Pemdes Plalangan, Kodim Jember, dan Pemkab dalam melakukan layanan kesehatan hewan ternak.
Meski mayoritas penduduk Plalangan adalah petani, namun tidak sedikit yang menggantungkan hidup sebagai peternak.
Dalam penyuluhan tersebut terlihat, ada sekitar 60 warga yang memiliki hewan ternak.
Sofyan menyebut, acara itu sangat diperlukan sebab warganya selama ini tidak dibekali ilmu tentang beternak.
“Selama ini masyarakat kan beternak secara otodidak, tidak ada rambu-rambunya. Sakit apa diberi apa, kadang diberi obat herbal. Ya mungkin pernah berhasil di satu ternak tapi tidak untuk semuanya. Kalau ada pendampingan dari dokter hewan seperti ini saya rasa lebih signifikan mengatasi masalah peternakan di Desa Plalangan,” tandasnya. (dan/ian).

















