Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 24 Okt 2021

Kota Pasuruan Gelar Liga Tarkam ala Liga Indonesia


Kota Pasuruan Gelar Liga Tarkam ala Liga Indonesia Perbesar

Pasuruan, kabarpas.com — Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) resmi membuka Liga Tarkam (antar kampung) golek sehat golek seneng di Stadion Untung Suropati, Kota Pasuruan, Minggu (24/9/2021) petang.

Didesaind layaknya liga Indonesia, pembukaan liga Tarkam digelar dengan parade pemain serta group drumband. Artis lokal, Yoyok Fals juga tampil menyanyikan beberapa lagu untuk hiburan.

Liga Tarkam kali ini diikuti 24 tim yang mewakili kelurahan masing-masing. Mereka dibagi dalam 8 group yang akan bertanding di babak penyisian.

“Tiap hari ada tiga pertandingan. Kecuali 8 besar dan final semifinal masing-masing sekali dalam sehari,” kata Abdullah Junaedi, Ketua Panitia Pelaksana Liga Tarkam.

Karena masih dalam suasana pandemi, maka penonton dibatasi maksimal 100 orang setiap pertandingan. Masing-masing tim maksimal hanya boleh membawa 50 suporter.

“Liga ini juga disiarkan live di kanal YouTube Radio Ramapati sehingga masyarakat tidak perlu ke stadion bisa lihat dari rumah,” kata Junaedi.

Dalam kesempatan ini, Junaedi mengatakan bahwa kualitas stadion dan rumput stadion Untung Suropati sangat bagus sehingga tak hanya layak untuk Liga Tarkam, untuk Liga Indonesia-pun bisa dilakukan.

“Kemarin Asprov survei dan mengatakan kualitas rumput stadion ini tak kalah dengan setadion Gajayana bahkan Gelora Bung Tomo sehingga layak untuk Liga Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan Liga Tarkam kali ini digelar dengan protokol kesehatan.

“Kita Terimakasih pada Pak Kapolres dan Pak Dandim yang akhirnya memberikan izin. Pemain sudah vaksin penonton juga vaksin. Ada tata tertib dan sanksi. Intinya golek sehat dan golek seneng,” kata Gus Ipul.

Tata tertib yang dijalankan misalnya, peserta yang melakukan pemukulan akan langsung dikeluarkan dan dilarang main. Sedangkan pemain yang dipukul dan tidak membalas maka akan mendapatkan uang Rp500.000.

Liga semacam ini harus digalakkan karena selain untuk mencari sehat juga bagian dari hiburan. Selain itu juga bisa memunculkan bibit baru sepakbola.

“Liga ini kita batasi usianya hanya untuk yang muda. Memang sekaligus untuk mencari bibit pemain muda,” ujarnya. (***/ida).

Artikel ini telah dibaca 34 kali

Baca Lainnya

74 Paskibraka Kota Pasuruan Dikukuhkan

16 Agustus 2026 - 07:48

Wali Kota Pasuruan Serahkan Bansos RTLH, Dorong Terwujudnya Rumah Sehat dan Layak Huni

13 Agustus 2026 - 09:43

Ratusan Pelajar SMP di Kota Pasuruan Meriahkan Lomba Dolanan Tradisional 

1 Agustus 2026 - 18:54

Ratusan Siswa Baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pasuruan Ikuti MPLS, Wali Kota Tekankan Sekolah Ramah Tanpa Bullying

1 Agustus 2026 - 13:53

Sinergi Penguatan Kesejahteraan Keluarga: TP PKK Jatim Lakukan Monitoring dan Pembinaan 10 Program Pokok PKK di Kota Pasuruan

24 Juli 2026 - 20:25

Kunjungi Sekolah Rakyat Pasuruan, Mensos Gus Ipul Ancam Sanksi Tegas Pelaku Bullying dan Kekerasan

17 Juli 2026 - 16:54

Trending di Berita Pasuruan