Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Headline News · 4 Nov 2019

Luput dari Perhatian Pemerintah, Janda Tua Ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot


Luput dari Perhatian Pemerintah, Janda Tua Ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot Perbesar

Reporter : Ajo

Editor : Titin Sukmawati

 

Pasuruan, Kabarpas.com – Seorang janda tua bernama Satiyamah (85), warga Dusun Randukerto, Desa Rebalas, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan harus hidup sebatang kara di dalam gubuk reyot. Bahkan, ironisnya ia sudah lama hidup memperihatinkan seperti ini tanpa mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat.

Meski hanya tinggal seorang diri di dalam gubuk reyot dengan berdinding anyaman bambu yang sudah usang dan banyak ditemukan lubangnya. Namun, Satiyamah tidak pernah mengeluh. Hanya saja di musim penhujan ini ia mulai resah. Pasalnya, ia khawatir gubuknya rentan ambruk lantaran bocor dan diterjang angin besar.

“Saya hanya khawatir kalau hujan bocor. Dan kalau malam takut khawatir roboh, karena lampu juga tidak ada,”ucap Satiyamah kepada sejumlah wartawan dengan menggunakan Bahasa Madura.

Kendati kondisinya serba kekurangan, Satiyamah tidak pernah meminta-minta, ia masih mau bekerja serabutan jadi buruh tani, juga mencari kapuk tiap harinya. Itu ia lakukan demi mempertahankan hidupnya sebatang kara selama ini.

“Untuk buat memasak setiap hari, saya pakai tungku berbahan kayu hutan,” ujar janda tua yang tinggal sebatang kara di gubuk berukuran 3×6 meter tersebut.

Sebagaimana diketahui bahwa pemerintah setempat sejatinya telah meluncurkan program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Namun, sayangnya program tersebut sampai sekarang masih belum dirasakan oleh Satiyamah.

“Kalau perangkat desa datang untuk melihat rumah Bu Satiyamah sih sering, mereka datang untuk memfoto gubuk reyot ini. Namun, sayangnya tidak pernah mendapat bantuan sama sekali,” pungkasnya. (ajo/tin).

Artikel ini telah dibaca 232 kali

Baca Lainnya

Petik Laut 2026, Mas Adi Sebut Tradisi Jadi Penggerak Ekonomi dan Wisata Bahari

28 Juni 2026 - 12:19

Pemkot Pasuruan Luncurkan Pembayaran PBB Melalui Bank BRI

25 Juni 2026 - 15:55

Mas Adi: Kota Pasuruan Harus Jadi Rumah untuk Semua, Termasuk Lansia

24 Juni 2026 - 13:14

Pengurus APINDO Kota Pasuruan Dikukuhkan, Mas Adi Minta APINDO Jadi Mitra Strategis 

23 Juni 2026 - 19:49

Pemkot Pasuruan Optimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026

23 Juni 2026 - 08:02

Tinjau Langsung Proyek Sekolah Rakyat, Wali Kota Pasuruan Sebut Pembangunan Sudah 81 Persen

22 Juni 2026 - 18:25

Trending di Berita Pasuruan