Jakarta, Kabarpas.com – Di tengah pecahnya Konflik Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menjadi 4 Kubu yakni Kubu Ketumbar, Kubu 19 Dewan Pimpinan, Kubu Organisasi Pendiri dan Kubu Organisasi Anggota, Marlinda Irwanti Ketua Umum Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia dan Korp Perempuan MDI mendukung adanya Kongres Luar Biasa (KLB). Namun mantan Anggota DPR RI ini mengajukan opsi adanya kepemimpinan presidium dalam organisasi Kowani.
“Kowani milik 120 organisasi perempuan maka kita kembalikan kepemilikannya tersebut. Jangan dikuasi oleh tokoh sentral sehingga leluasa mengambil kebijakan organisasi dan mengabaikan asas kolektif kolegial,” ujar Marlinda sebagaimana dalam siaran pers yang diterima redaksi Kabarpas.com.
Marlinda menegaskan KLB adalah solusi untuk penyempurnaan AD/ART. Kongres 2024 silam menyisakan Pekerjaan Rumah karena pembahasan AD/ART belum tuntas. Selain itu, dalam AD/ART Kowani hasil KLB nanti juga memastikan bahwa organisasi federasi ini bisa menjawab tantangan zaman. Kowani harus tampil menjadi organisasi federasi yang inovatif dan inklusif.
“Kongres Kowani 2024 menjadi pelajaran dan membuka mata kita agar memilih pemimpin yang berkualitas. Syarat menjadi Ketua Umum harus pernah masuk dalam jajaran Dewan Pimpinan minimal 1 periode,” terang Marlinda
Marlinda prihatin, para pihak yang berkonflik saling sebar kebencian kepada organisasi anggota.
“Mereka yang berkonflik itu satu kubu saat Kongres 2024. Mereka satu barisan tim pemenangan Ketumbar. Jadi tidak benar kalau konflik disebabkan oleh pihak yang kalah Kongres,” pungkasnya. (rls/ian).

















