Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, Kabarpas.com – Pasutri bernama Suwarno (62) dan Sulastri (60) warga Jalan Ijen, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, gagal berangkat haji.
Penantian selama 6 tahun untuk menunaikan Rukun Islam, akhirnya harus dikubur, karena ada kebijakan mendadak dari Kementerian Agama (Kemenag) karena masih pandemi corona.
Tidak hanya Suwarno, sekitar 170 Calhaj di Kota Probolinggo ini juga mengalami nasib yang sama gagal berangkat menjalankan ibadah haji tahun 2020 ini.
Suwarno dan istrinya mendaftar haji Plus di Biro Perjalanan Menara Suci, Surabaya, dengan biaya 2.500 dollar Amerika atau sekitar kurang lebih Rp 380 Juta .
Pertama mendapat kabar tidak baik ini, pria yang berprofesi sebagai developer ini merasa kecewa, namun setelah direnungkan, dirinya sedikit lega dan berpikir tertundanya ke tanah suci ini adalah rencana Tuhan.
“Saya mendapatkan informasi ini dari Kemenag, kalau pemerintah meniadakan ibadah haji pada tahun 2020,” ujar Suwarno kepada Kabarpas.com.
Sebelum mendapat kabar tentang penundaan haji ini, Suwarno sudah membeli sajadah, hijab, dan souvenir lainya untuk oleh-oleh. Bahkan jadwal selamatan untuk ibadah Haji pun juga sudah direncanakan.
“Semoga ini menjadi pelajaran, dan benar-benar berangkat haji pada tahun depan, dan kita semua dijadikan haji yang mabrur, ” tutupnya. (wil/gus).

















