Pasuruan (Kabarpas.com) – Meski sempat diamankan oleh sejumlah warga dan santri. Namun, pelaku pembacok Gus Yazid, masih saja belum puas untuk melukai Gus Yazid guna meluapkan emosinya.
“Pelaku selanjutnya diamankan oleh warga dan keluarganya. Namun, berselang beberapa saat pelaku kembali lagi sambil membawa kayu untuk memukul korban,” kata Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota, Iptu Puryanto kepada Kabarpas.com, Senin (25/07/2016) malam.
Beruntung upaya kakek yang diduga stres lantaran trauma sengketa lahan miliknya dengan TNI AU di Raci pada tahun 1999 silam tersebut, akhirnya gagal lantaran dihadang oleh warga dan keluarganya. “Saat ini pelaku sudah di rumahnya dan dijaga oleh pihak keluarga,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk mengatisipasi adanya hal-hal yang tak diinginkan. Pihak kepolisian dari Polsek Kraton dan Polres Pasuruan Kota yang datang ke lokasi, langsung berjaga-jaga di sekitar lokasi acara akad nikahan anak dari Gus Yajid itu hingga selesai acara.
Seperti dikabarkan sebelumnya, peristiwa pembacokan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Kali ini korbannya adalah pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Falah Kraton, Gus Yazid Bustomi. Pria yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kraton itu, dibacok oleh seorang pria stres yang tak lain masih tetangganya sendiri.
Informasi yang diperoleh Kabarpas.com menyebutkan, kala itu pengasuh Ponpes yang beralamat di Dusun Selotambak Tengah, Desa Selotambak, Kecamatan Kraton, kabupaten setempat tersebut, baru saja keluar dari rumahnya menuju ke Masjid Nurul Hasani hendak mengurusi akad nikah anaknya. (ajo/gus).

















