Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 11 Des 2023

Pelajar Tangguh Sambut Indonesia Digital 2024, Ning Lia Ungkap Molekularisasi dan Konvergensi


Pelajar Tangguh Sambut Indonesia Digital 2024, Ning Lia Ungkap Molekularisasi dan Konvergensi Perbesar

Pacitan, Kabarpas.com – Seperti diketahui, agenda transformasi digital industri sudah menjadi bagian dari Making Indonesia 4.0 yang dicanangkan sejak tahun 2018. Gerakan Making Indonesia 4.0 sendiri, tidak hanya meliputi industri skala besar, namun juga industri kecil dan menengah (IKM).

Salah satu potret nyata untuk mewujudkannya adalah tersusunnya arah transformasi digital 2024 di mana pertumbuhan ekonomi digital harus mencapai 3,17% sampai 4,66%. Transformasi digital tersebut, juga dikenal sebagai Indonesia digital 2024. Bukan isapan jempol, lekatnya digital dengan industri, nampak pada nilai transaksi e-commerce. Terbaru, dalam laporan Pertemuan Tahunan BI 2023, otoritas moneter memperkirakan total nilai transaksi e-commerce pada 2023 sebanyak Rp 474 triliun.

“Pesatnya kemajuan digital, menjadi alasan utama kesiapan kita semua menyambut Indonesia Digital 2024,” terang aktivis perempuan Dr. Lia Istifhama, dihadapan kader Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), saat seminar ‘Pelajar Tangguh di Era Digitalisasi’ (26/11/2023), di Auditorium Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan.

Pada saat itu, ning Lia, sapaan akrab calon DPD RI Jatim tersebut, menjelaskan pentingnya karakter pelajar yang adaptif dan cerdas di era digital.

“Menghadapi era digital yang semakin pesat dan menjadi indikator utama di berbagai lini, diantaranya ekonomi, maka diperlukan karakter pelajar atau pemuda tangguh di era digital, yang mana terwujud melalui sikap adaptif dan cerdas membaca perkembangan digital. Adaptif disini adalah molecularization atau mudah beradaptasi. Jika dalam Islam, istilahnya shalihun li kulli zaman wa makan, yaitu sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi zaman.”

“Berikutnya adalah cerdas membaca realitas perkembangan digital. Contoh, memahami bahwa digital adalah convergence, yang mana pelajar harus mampu mengkonvergensikan tiga sektor industri, yaitu: computing, communications, dan content.”

Penerima penghargaan Tokoh Perempuan Inspiratif dari Kabarpas tersebut juga menjelaskan secara detail pola konvergensi yang bisa dilakukan pelajar.

“Saya coba breakdown pola konvergensi atau convergence. Computing disini adalah bahwa pelajar harus melek perangkat digital, seperti gadget. Communications adalah bahwa pelajar harus berani dan mau mengasah skill komunikasi, kare tanpa komunikasi yang baik, pasti akan timbul kesalahpahaman. Yang terakhir adalah content, yaitu isi atau muatan apa yang ingin disampaikan.”

“Contoh pelajar ingin berkarya, maka tunjukkan apa tujuan karya tersebut, maknanya apa. Misal membuat animasi kartun, maka harus memiliki makna positif, nilai edukasi atau moral yang bisa disampaikan. Jangan sampai hanya mengkomunikasikan sebuah karya yang menghibur namun tidak memiliki makna lain selain hanya menghibur.”

Di akhir, perempuan yang acapkali menyebur peran CANTIK perempuan tersebut, juga berpesan agar pelajar selalu menjaga kesehatan mental.

“Di era digital, jaga mental jangan sampai terpental. Maksudnya, perkembangan digital diikuti secara bijak, jangan sampai menilai konten dalam digital adalah bentuk persaingan atau kompetisi yang hanya membebani dan menjebak kalian dalam kamuflase dunia maya.”

Menarik, ia pun mengajak kader IPNU IPPNU membangun karya dengan sentilan pantun: “Minum jus srikaya dipinggir pantai Pacitan. Ayo fokus bangun karya jangan lagi inget mantan.”

Acara seminar itu sendiri, merupakan rangkaian acara pelantikan IPNU IPPNU Pacitan yang mana dihadiri oleh Ketua PW IPNU Jawa Timur, M. Fahrul Irfansyah dan Pengasuh PIP Tremas, KH Luqman Harits Dimyathi. (rls/gus).

Artikel ini telah dibaca 50 kali

Baca Lainnya

Diduga Salahgunakan Pertalite, Minibus Kabur dari SPBU hingga Dikejar Warga

28 Agustus 2026 - 11:23

Road to Kilau Raya Hadir di Pati, Kota Kelima dalam Rangkaian Pesta Rakyat MNCTV

28 Agustus 2026 - 10:24

Ternyata NU Rame di Luar, Solid di Dalam

28 Agustus 2026 - 07:10

Blogger dan Vlogger Nasional Intip Pendidikan Vokasi Honda di SMK Muhammadiyah 2 Genteng

28 Agustus 2026 - 06:39

Dari Tambak Beras untuk NU dan Indonesia: Para Hafidz Gelar Semaan 30 Juz Selama Muktamar NU ke-35

28 Agustus 2026 - 06:18

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga di Rejoso Pasuruan Terbakar

27 Agustus 2026 - 20:13

Trending di Berita Pasuruan