Jember, Kabarpas.com – Kepemimpinan dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Jember resmi berganti. Direktur utama dan jajaran direksi Perumdam Tirta Pandalungan serta Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan menjalani serah terima jabatan, Selasa (6/1/2026), yang dipimpin PJ Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman.
Dalam rotasi tersebut, Dirut Perumdam Tirta Pandalungan Miftahur Ridho digantikan oleh Regar Jeane Dealen Nangka, yang saat ini menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama. Sementara itu, Direktur Utama PDP Kahyangan Sofyan Sauri digantikan oleh Danang Andri Asmara, Kepala Bagian Perekonomian dan Administrasi, sebagai Plt Dirut.
Prosesi serah terima jabatan di Perumdam Tirta Pandalungan berlangsung khidmat dan sarat emosi. Miftahur Ridho menyampaikan salam perpisahan di hadapan jajaran karyawan dan manajemen, menutup masa jabatannya dengan refleksi atas perjalanan panjang yang telah dilalui bersama.
“Kita bersama karyawan telah melewati banyak hal. Atas nama pribadi dan direksi, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ujar Ridho dengan suara bergetar.
Ridho menegaskan bahwa Perumdam Tirta Pandalungan ditinggalkan dalam kondisi sehat. Berdasarkan penilaian Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada periode 2022–2024, kinerja perusahaan dinilai baik hingga sangat baik, dengan tren pendapatan dan aset yang terus meningkat.
“Pendapatan meningkat secara progresif dari waktu ke waktu, aset juga bertambah berkat pengelolaan anggaran internal,” ungkapnya.
Namun demikian, Ridho juga menyampaikan tantangan besar yang selama ini dihadapi direksi, khususnya terkait persoalan air baku yang membutuhkan support penuh pemerintah daerah terutama dalam hal stimulus.
“Problem besar kami adalah air baku. PDAM butuh stimulus agar bisa berinvestasi lebih besar,” jelasnya.
Ia berharap kepemimpinan berikutnya dapat melanjutkan irama kerja yang telah dibangun dan memperoleh dukungan lebih kuat dari pemerintah daerah.
“Saya pamit dari jabatan, tapi tidak dari rasa memiliki terhadap Perumdam Tirta Pandalungan,” tutup Ridho.
Sementara itu, Plt Dirut Perumdam Tirta Pandalungan Regar Jeane Dealen Nangka meminta dukungan penuh dari seluruh jajaran selama masa transisi. Ia menyebut masa tugasnya sebagai Plt maksimal tiga bulan, dengan mandat utama mengawal transisi hingga terpilihnya direktur definitif.
“Mohon dukungan dan bimbingan. Tugas utama kami adalah menjaga transisi dan mempertahankan capaian direksi sebelumnya,” kata Regar.
Regar mengakui masih akan beradaptasi dengan lingkungan PDAM, namun optimistis tantangan tersebut dapat dilalui bersama. “Saya mohon maaf jika nantinya masih gagap, tetapi dengan bimbingan para senior dan dukungan rekan-rekan, saya yakin ini bisa kita lewati dengan baik,” ujarnya.
Pergantian kepemimpinan ini menandai babak baru bagi dua BUMD strategis di Jember. Pemerintah daerah berharap, melalui kepemimpinan sementara ini, roda pelayanan publik dan pengelolaan aset daerah tetap berjalan stabil sembari menyiapkan figur pimpinan definitif ke depan. (dan/ian).

















