Reporter : Amelia Putri
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo berencana untuk menggarap secara serius potensi wisata air terjun Tirai Bidadari Kecamatan Tiris. Pasalnya, air terjun purba tersebut memiliki karakter yang langka dan menyimpan banyak fenomena alam yang menarik. Rabu, (26/2/2020).
“Kami akan melakukan perencanaan dan desain yang tepat untuk kemudian kami cicil pelaksanaannya pada tahun 2021 mendatang. Ke depannya kami akan upayakan pembangunan infrastruktur pada dua sisi, Desa Jangkang dan Ranugedang agar potensi alam ini bisa dinikmati dari dua desa,” ujar Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto.
Selanjutnya, untuk meninjau potensi wisata baru ini, tim khusus Pemkab Probolinggo yang terdiri dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, legislatif dan Perhutani Probolinggo ini memanfaatkan jalur wisata “spot pandang Air Terjun Purba Tirai Bidadari” yang sebelumnya telah diupayakan oleh warga masyarakat Dusun Lalangan Desa Jangkang beberapa waktu yang lalu.
Kehadiran tim khusus Pemkab Probolinggo tersebut disambut antusias masyarakat dan aparatur desa setempat. Sebelum memulai survey lokasi, tim mengadakan sarasehan singkat bersama Kepala Desa berikut perangkat Desa Jangkang, warga masyarakat setempat dan LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) selaku inisiator dibukanya spot wisata air terjun Purba Tirai Bidadari ini.
Dalam sarasehan tersebut tim menyampaikan bahwa dukungan dari seluruh elemen masyarakat menjadi kebutuhan yang mendasar. Agar menjadi sebuah destinasi wisata yang mumpuni, masyarakat setempat harus siap bekerja keras. Langkah awal secara mandiri swadaya dan partisipatif memiliki peran yang sangat penting sebagai awal sebuah perencanaan.
“Karena lokasinya berada diantara dua desa yakni Desa Jangkang dan Ranugedang agar pengelolaannya lebih baik kita akan bahas lebih lanjut bersama dua desa. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong pemerintah desa untuk segera membentuk Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata),” pungkasnya. (mel/nis).

















