Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 25 Apr 2018

Pemkab Probolinggo Sosialisasikan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara


Pemkab Probolinggo Sosialisasikan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara Perbesar

Reporter : Amelia Putri
Editor : Anis Natasya

Probolinggo, Kabarpas.com – Dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakabpro) ke-272, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Probolinggo mengadakan deteksi dini kanker serviks dan payudara, 21 hingga 30 April 2018 mendatang.

Kegiatan ini dilaksanakan di 33 Puskesmas se-Kabupaten Probolinggo secara serentak. Sasarannya adalah wanita usia 30-59 tahun dengan metode melaksanakan pemeriksaan kanker payudara dan kanker leher rahim secara Inspeksi Visual Asetat (IVA).

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kabupaten Probolinggo Wiwik Yuliati mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya melakukan deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim.

“Disamping memberikan therapi secara dini pada lesi pra kanker agar tidak berkembang menjadi kanker serta meningkatkan cakupan program pemeriksaan IVA Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Wiwik menerangkan salah satu upaya yang penting dilakukan untuk mengatasi permasalahan kanker di Indonesia adalah dengan menerapkan pola hidup sehat sejak usia muda dan menghindari faktor-faktor penyebab kanker.

“Karena sebanyak 43% dari seluruh kasus kanker dapat dicegah. Sedangkan 30% dari kasus dapat disembuhkan bila ditemukan dan diobati pada keadaan dini. Jumlah pasien kanker akan meningkat drastis bila kita tidak berbuat apapun untuk upaya pencegahannya,” terangnya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Liliek Ekowati mengungkapkan transisi epidemiologi penyakit dipengaruhi oleh keadaan demografi, sosial, ekonomi dan social budaya mengakibatkan penyakit kanker menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

“Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel-sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar kebagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian,” ungkapnya.

Liliek menerangkan saat ini ada sekitar 8,2 juta manusia meninggal akibat kanker setiap tahunnya. Angka penderita ini diperkirakan akan meningkat setiap tahunnya dan diperkirakan mencapai 23,6 juta kasus baru per tahun 2030 (GLOBOCAN,2012). Empat jutanya meninggal premature (berusia 30 sampai 69 tahun).

“Kanker leher rahim adalah keganasan yang terjadi pada leher rahim yang merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol kepuncak liang senggama (vagina),” jelasnya. (mel/nis)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

Jember Mulai Tinggalkan Sistem Open Dumping, Pemkab Dorong Warga Kelola Sampah Mandiri

20 Mei 2026 - 14:57

Baru Rampung 30 Persen, Konsep Street Food Jember Usung Nuansa Nusantara dan Dunia

20 Mei 2026 - 14:43

Gus Hery: Intelektual Muda NU yang Teduh, Tajam, dan Menembus Lintas Jejaring

20 Mei 2026 - 14:27

Nama BPR Jwalita Berubah Jadi Bank Trenggalek, Begini Kata Ketua Pansus II

20 Mei 2026 - 11:36

Kabar Baik Bagi Para Pekerja di Trenggalek, Perda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Segera Diundangkan

20 Mei 2026 - 11:15

Mahasiswa Doktoral KPI UIN Jakarta Gelar “The Doctor Care”, Salurkan Bantuan dan Cek Kesehatan Gratis

18 Mei 2026 - 09:10

Trending di KABAR NUSANTARA