Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 9 Des 2025

Pemkot Pasuruan Sambut Program Penguatan Posyandu dan PMT dari Pemprov Jatim


Pemkot Pasuruan Sambut Program Penguatan Posyandu dan PMT dari Pemprov Jatim Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Penguatan Kelembagaan Posyandu melalui Pemberdayaan Kader dan Pemberian Bahan Makanan Tambahan (PMT) Balita dalam rangka percepatan penurunan stunting tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Gradika, pada Senin (8/12/25).

Perwakilan DPMD Provinsi Jawa Timur, Feri Nur Hayati, dalam sambutannya menekankan pentingnya memperkuat kelembagaan posyandu agar mampu menjalankan fungsi secara optimal.

“Upaya penguatan kelembagaan posyandu sangat penting agar posyandu mampu menjalankan perannya dalam enam bidang layanan,” ujar Feri.

Ia menambahkan bahwa penguatan posyandu merupakan bentuk nyata pemberdayaan masyarakat karena posyandu menjadi ujung tombak layanan dasar.

“Posyandu bukan hanya tempat pelayanan kesehatan balita, tetapi juga penggerak sosial dalam edukasi keluarga serta pendamping bagi orang tua dalam memonitor tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo (Mas Adi) menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting memerlukan kerja bersama antara pemerintah, posyandu, dan keluarga. Mas Adi menjelaskan bahwa Kota Pasuruan selama ini telah menjalankan berbagai intervensi spesifik, termasuk penguatan gizi balita melalui program makanan tambahan.

“Pemberian makanan tambahan hari ini menjadi bagian dari upaya intervensi spesifik. Tetapi yang paling penting adalah perhatian orang tua terhadap tumbuh kembang anak. Jika ada indikasi perkembangan anak tidak sesuai usia, jangan malu untuk berkonsultasi. Jika dibiarkan, anak bisa terus mengalami stunting,” ujar Mas Adi.

Mas Adi juga menekankan pentingnya intervensi sensitif, terutama terkait lingkungan, akses air bersih, dan sanitasi.

“Kondisi air minum dan sanitasi yang buruk dapat memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang balita. Lingkungan yang sehat adalah fondasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Mas Adi mengungkapkan bahwa Kota Pasuruan saat ini berada di peringkat 28 nasional dalam percepatan penurunan stunting, dan menargetkan angka stunting turun di bawah 5 persen.

Mas Adi juga mengingatkan agar bantuan makanan tambahan tidak dianggap sebagai langkah terakhir, karena pola makan keluarga di rumah tetap menjadi faktor penentu.

“Tidak cukup hanya mengandalkan stimulus makanan tambahan. Pola makan sehari-hari, pembatasan jajan, dan pemantauan tumbuh kembang di rumah sangat menentukan. Tumbuh kembang anak juga dimulai dari masa perencanaan kehamilan. Gizi ibu adalah kunci,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Jatim melalui DPMD menyalurkan makanan tambahan untuk 250 balita dari empat kecamatan di Kota Pasuruan. Melalui program ini, Pemprov Jatim berharap kapasitas kader semakin kuat, posyandu semakin aktif, dan percepatan penurunan stunting di Kota Pasuruan dapat berjalan lebih efektif. (dit/ian).

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Pedagang Pasar Tanjung Jember Terbelah, Gus Fawait Satukan Mereka di Pendopo

22 September 2026 - 16:34

Caping Gunung Road to Prigen Coffee Fest 2026: Momentum Penguat Ekosistem Kopi Pasuruan Menuju Ajang Utama

22 September 2026 - 08:58

Rekor Pendaftar Terbanyak: 3.420 Abstrak Bersaing Ketat di AICIS+ 2026, 384 Naskah Lolos Seleksi

22 September 2026 - 08:49

Guru MI di Jember Diduga Nikahi Wali Murid Secara Siri, Prosesi Pernikahan Dipersoalkan

22 September 2026 - 08:45

Pesan Perempuan via Aplikasi, Mahasiswa Jember Malah Bertemu Pria di Hotel

21 September 2026 - 15:41

Datangi Polres Jember, Kuasa Hukum Yusuf Tagih Tindak Lanjut Rekomendasi Polda Jatim soal Laporan Dugaan Pemalsuan 

21 September 2026 - 15:37

Trending di KABAR NUSANTARA