Beji (Kabarpas.com) – Salah seorang murid kepercayaan Dimas Kanjeng Taat Pribadi bernama Dodi Wahyudi, warga Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, yang dikabarkan menyimpan uang milik Dimas Kanjeng Taat Pribadi sebesar Rp 1 triliyun tersebut, tiba-tiba menghilang dari kediamannya.
Informasi yang diperoleh dari Kabarpas.com menyebutkan, selama ini Dodi dikenal oleh tetangganya sebagai seorang yang dermawan. Kendati demikian, rumah Dodi yang megah dan luas tersebut selalu dijaga ketat oleh sekitar 10 orang. Sehingga tidak semua orang bisa masuk dan bertemu Dodi di dalam rumahnya.
“Ada sekitar 10 orang yang menjaga rumahnya. Dia (Dodi.red) dikenal warga sebagai orang yang baik dan dermawan. Namun, ia jarang ada dirumahnya,” kata Joko, salah satu tetangga Dodi kepada Kabarpas.com, Minggu (02/10/2016).
Sementara itu, Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf juga membenarkan adanya informasi, terkait dugaan keterlibatan Dodi sebagai orang dekat Dimas Kanjeng Taat Pribadi tersebut. Itu setelah ia mendapatkan informasi dari Kapolsek Beji dan Sekdes Gunung Gangsir.
“Ya, saya sudah mendapat laporan tentang Dodi. Dia memiliki rumah yang besar dan berlantai tiga. Bahkan, ia memang sering bagi-bagi uang kepada warga sekitar,” terangnya.
Kendati demikian, Bupati Irsyad mengungkapkan, kalau saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kebenaran informasi bahwa Dodi menyimpan uang yang berasal dari Dimas Kanjeng tersebut. Pasalnya, hingga kini yang bersangkutan menghilang dari tempat tinggalnya.
Untuk sekedar diketahui, kabar adanya penyimpanan uang sebesar Rp 1 triliyun yang dilakukan oleh salah seorang murid kepercayaan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Pasuruan ini, diketahui dari dialog antara anggota Komisi III DPR RI, Adis Kadir dengan Dimas Kanjeng di Mapolda Jatim.
Dalam kesempatan tersebut, Dimas Kanjeng menyampaikan, kalau dirinya menitipkan uang yang diduga berasal dari para pengikutnya kepada Dodi sebesar Rp 500 miliar hingga Rp1 triliyun. Dodi Wahyudi sendiri merupakan salah seorang Sultan dari 150 orang Sultan yang dilantik Dimas Kanjeng Taat Pribadi. (jon/abu).












