Reporter: Ajo
Editor: Agus Hariyanto
Pasuruan, Kabarpas.com – Plt Walikota Pasuruan beserta dinas terkait menghadiri acara Rapat Koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. Dalam Rapat Koordinasi tersebut ada penyerahan secara resmi Anjungan Dukcapil Mandiri Kepada Perwakilan Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Kegiatan tersebut berlangsung di Convention Hall Lantai 4 Grand City Convex Jalan Walikota Mustajab Nomor 1 Surabaya.
Acara tersebut dihadiri Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Republik Indonesia Prof. Dr. Mahfud MD, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri) Jendral Pol (Purn) Prof. Drs. Tito Karnavian M.Phd, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Heru Tjahjono, MM, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan, Kajati Jawa Timur, jajaran pimpinan DPRD Provinsi Jawa Timur, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Direktorat Jenderal Pemerintahan Daerah, Direktorat Politik dan Umum, Bupati/Walikota Se-Jawa Timur, Ketua DPRD Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur, serta undangan lain.
Sebelum acara dimulai terlebih dahulu diawali dengan sambutan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang mengatakan,data kependudukan laki laki di Jawa Timur mengalami surplus 4,6 juta. Oleh karena itu data kependudukan di Jawa Timur sudah bisa dilakukan registrasi melalui Handphone. Masyarakat bisa melakukan pencetakan dokumen atau data kependudukan dan catatan kependudukan. Data tersebut bisa tersimpan dalam satu data base yang terkoneksi keseluruh instansi dan terkoneksi dengan Dukcapil Pusat.
Sementara, sambutan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jendral Pol (Purn) Prof. Drs. Tito Karnavian M.Phd menyampaikan, program Dukcapil yang ada sekarang sudah bisa memasukkan data kependudukan sebanyak 98,8% data penduduk di Indonesia. Data tersebut dapat terkoneksi dengan data perbankan. Sehingga diharapkan masyarakat Jawa Timur khususnya warga Indonesia ke depan bisa mencetak Kartu Tanda Penduduk (KTP) sendiri termasuk Akte Kelahiran, Kartu Keluarga (KK) dan Akte Kematian.
“Melalui Anjungan Dukcapil ini sangat besar manfaatnya untuk masyarakat dengan 3 sistem data base perorangan yaitu finger print sidik jari, mata dan wajah. Dengan adanya sistem anjungan seperti itu bisa memotong mata rantai birokrasi kepengurusan yang berbelit-belit dan berfungsi untuk memberantas korupsi. Sehingga masyarakat lebih mudah serta menghilangkan pungutan liar dan bisa dicetak kapan saja. Harapan kedepan untuk Kepala Daerah agar menggunakan alat tersebut didaerahnya masing-masing dan bisa membeli sebanyak-banyaknya menggunakan e-katalog dan bisa ditempatkan di berbagai tempat seperti di Kecamatan, Mall dan tempat-tempat yang ramai sehingga masyarakat lebih mudah tertolong dalam mendapatkan akses,”pungkasnya. (ajo/gus).

















