Reporter: Johar Samudra
Editor: Titin Sukmawati
__________________________________________
Purwosari (Kabarpas.com) – Seorang anggota polisi yang berdinas di Samsat Satlantas Polres Pasuruan dibondet oleh orang tak dikenal, saat ia berangkat berdinas Jumat (07/04/2017) pagi.
Informasi yang diperoleh Kabarpas.com menyebutkan, saat itu korban yang diketahui bernama Bripka Yaumil, 34 ini berangkat kerja dari rumahnya di wilayah Malang dengan mengendarai mobil sedan. Dan ketika ia melintas di ruas jalan nasional jurusan Malang – Surabaya, tepatnya di depan SPBU Kembang Sore, Kelurahan / Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan
Sesampainya dijalan tersebut, kendaraan yang dikemudikan korban ini posisinya melaju di lajur kiri atau lambat. Dan, tiba – tiba kendaraanya itu disalip sebuah mobil jenis pikap yang tidak diketahui nopolnya. Pada saat menyalip itulah, penumpang mobil pikap bicara kotor ke korban atau Bripka Yaumil. Kebetulan kaca mobil keduanya posisi terbuka.
Mendapat omongan kotor, bersamaan mobil pikap hendak putar balik dipenggal jalan depan SPBU Kembang Sore. Korban langsung menepikan kendaraannya ke bahu jalan dan turun dari mobilnya, untuk memperingatkan penumpang dan sopir pikap tersebut.
Namun naas, tanpa diduga ketika posisi ia jalan kaki menghampiri mobil pikap tersebut. Tiba-tiba, ia dilempar sebuah bondet ke aspal yang mengarah kepadanya. Mengetahui dilempar bondet, korban pun menghindarinya dan mundur, tapi tetap saja terkena serpihan isi bondet hingga tangan kirinya lecet dan berdarah.
“Pelaku naik pikap warna hitam dan nopolnya saya tak ingat. Dan di dalam mobil saya lihat ada dua orang, masing-masing satu orang sopir dan penumpang. Lalu yang melempar bondet ke arah saya adalah penumpang pikap hanya satu kali,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan seluler.
Paska penumpang pikap melempar bondet ke arah dirinya, seketika itu juga ia langsung lolos melarikan diri mengarah ke Purwosari atau jalur Surabaya – Malang. Ia sendiri mengaku tak sempat mengejarnya, karena pikap pelaku langsung melaju dengan kecepatan tinggi. Ditambah lagi, cukup padatnya arus lalin saat itu.
“Akhirnya, setelah kejadian saya memutuskan ke UGD puskesmas Purwosari yang jaraknya hanya sekitar 400 meter dari TKP,” pungkasnya. (sam/tin).

















