Reporter : Muhaimin
Editor : Yanuar Fahmi
Sidoarjo, Kabarpas.com – Masuki hari ke-7 pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Sidoarjo belum ada perkembangan yg cukup signifikan terhadap sebaran Covid-19, justru malah mata rantai sebaran trendnya semakin meluasnya pasien yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Dari data yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan per hari ini ada 129 pasien yang dinyatakan positif Covid-19, bertambah 10 orang dibandingkan hari kemarin.
Dalam kondisi yang demikian PC GP Ansor Sidoarjo mendesak kepada seluruh pemangku kepentingan di Sidoarjo untuk lebih tegas. Pasalnya, selama ini ia menilai soal kurang tegasnya aparat di lapangan dalam melukukan pencegahan kepada masyarakat dalam melaksanakan PSBB sesuai ketentuan.
“Seharusnya aparat lebih tegas dalam melaksanakan PSBB, bukan hanya di area perkotaan saja. Di pedesaan juga harus dimaksimalkan,” kata M. Nizar Ketua gugus tugas Covid-19 PC. GP Ansor Sidoarjo kepada kabarpas.com.
Nizar menambahkan, dalam hal implementasi sosialisasi tentang PSBB kepada masyarakat dirasa juga kurang massif. Selain itu, Pemda, TNI dan Polri terkesan superior seolah mampu menghadapi wabah Covid 19 ini sendirian.
“Hal ini terlihat dengan tidak dilibatkannya tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam melaksanakan PSBB. Padahal Point ini sangat berdampak pada kepatuhan warga terhadap aturan di dalam PSBB,” imbuhnya.
Selain itu, lanjut Nizar, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) selama ini belum bisa memberikan contoh yang baik terkait anjuran pemerintah pusat tentang Stay at Home dan Work From Home.
“Forkopimda seharusnya memberikan contoh kepada masyarakat tentang stay at home & work from home yg sebenarnya,” cetus mantan aktivis PMII itu.
Dengan begitu, PC GP Ansor Sidoarjo mendesak kepada Pemda, TNI dan Polri untuk segera melakukan konsolidasi dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama supaya target PSBB ini bisa tercapai dan mata rantai Covid – 19 bisa terputus. (mhm/yan).

















