Oleh : Mohammad Ainurrofiqin
KABARPAS.COM – SEIRING dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan skill komunikasi semakin dibutuhkan. Dunia kerja, dunia pendidikan, apapun itu, kemampuan komunikasi harus mutlak ada. Bicara komunikasi, tentu sangat sulit dilepaskan dengan public speaking. Public speaking adalah keterampilan yang sangat penting dikuasai oleh setiap orang. Apapun posisi dan kedudukan kita dalam sebuah organisasi, kita perlu menyampaikan ide, gagasan dan pembicaraan di depan umum.
Terlebih ketika kita berbicara dalam konteks kepemudaan. Pemuda yang berkualitas tentu harus memiliki kualitas komunikasi yang baik dalam kemahiran berbahasa seperti menulis, mendengarkan, membaca, dan berbicara.Berbicara merupakan gaya interaksi bahasa yang jauh lebih mudah saat bertatap muka langsung dan perwatakan manusia hadir untuk dikenal secara mendalam. Dari sinilah public speaking itu menjadi penting untuk generasi milenial. Lantas, bagaimana dan seperti apa public speaking itu?

Secara sederhana, public speaking adalah kegiatan penyampaian pesan berupa perihal secara oral atau lisan. Public speaking juga bisa diartikan sebagai bentuk komunikasi di mana pembicara menghadapi pendengar dalam julah yang relatif besar dan pembicaraan berjalan relatif kontinyu. Dalam definisi lain, Webster’s Third New International Dictionary (Irwan, 2015) menyebut bahwa public speaking adalah the act of process of making speeches in public (proses memberikan pidato di depan publik).
Sedangkan Ys. Gunadi dalam Himpunan Istilah Komunikasi mengatakan bahwa public speaking adalah komunikasi yang dilakukan secara lisan mengenai suatu hal atau topik di hadapan banyak orang dengan tujuan mempengaruhi, mengajak, mendidik, mengubah opini, memberikan penjelasan, dan memberikan informasi kepada masyarakat di tempat tertentu (Anggriadi, 2013).
Bicara public speaking tidak bisa dilepaskan dari tiga hal besar, yaitu tujuan, urgensi, dan manfaat dari public speaking. Secara umum, tujuan public speaking saya petakan menjadi empat poin; menyampaikan laporan, pengetahuan, informasi, dan ide. Urgensi dari public speaking juga saya sederhanakan menjadi empat poin; meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan pengetahuan, menambah keterampilan berbahasa, dan menambah kemampuan berpikir kritis. Manfaat public speaking juga memiliki empat poin; menyampaikan perihal atau pesan, menghibur atau mempengaruhi, memperbaiki hubungan, dan menyelesaikan masalah.
Dalam public speaking, sering kita temui masalah-masalah yang cukup membuat implementasi public speakingkita menjadi tidak maksimal. Masalah itu antara lain nervous,kesalahan teknik, dan materi yang tidak siap. Tentu ada lebih banyak masalah yang bisa kita jumpai, yang kemudian bisa diatasi dengan meningkatkan rasa percaya diri, mengetahui teknik public speaking dengan benar, dan persiapan matang.
Powerful Public Speaking Model (Penulis, 2018)
Ada beberapa bentuk public speaking yang bisa kita lakukan. Dalam pembahasan ini, penulis akan membatasi dengan tiga bentuk public speaking. Tiga bentuk public speaking itu adalah persuasi, provokasi, dan retorika. Persuasi berarti melakukan tindakan mengajak atau membujuk. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2018), persuasi adalah ajakan kepada seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek baik yang meyakinannya. Lalu, provokasi berarti menghasut atau memancing, atau perbuatan untuk membangkitkan kemarahan (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2018). Sedangkan retorika adalah keterampilan berbahasa efektif, studi pemakaian bahasa efektif dalam karang-mengarang, atau seni berpidato yang muluk-muluk dan bombaastis (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2018).
Pertama adalah public speaking persuasif, adalah bentuk komunikasi yang digunakan untuk mempengaruhi dan meyakinkan orang lain. Empat strategi persuasi adalah kredibilitas, alasan logis, daya tarik emosional, dan identifikasi kesamaan. Ketika public speaking persuasif diterapkan pada organisasi, keberhasilannya ditandai dengan adanya ruang bagi partisipasi para anggota. Dalam dunia bisnis misalnya, persuasi menjadi penting karena sangat berguna mempertahankan loyalitas kerja para karyawan.Alasan lain pentingnya persuasi adalah adanya tuntutan kerja dalam tim. Untuk bekerja dalam tim, diperlukan komunikasi persuasif agar dapat meyakinkan orang lain dengan pendapat-pendapat yang dikemukakan.
Selanjutnya adalah public speaking provokatif, yang bertujuan untuk memberikan stimulus, rasa tidak tenang, yang akhirnya menjadi sebuah tindakan. Provokasi bisa dilakukan dengan berbagai teknik, antara lain adalah 1) “Buktikan padaku!”. Contoh: “Kamu itu manusia tidak berguna!”.“Apa?”. “Sekarang, kamu buktikan kalau kamu berguna, kerjakan tugas ini!”; 2) Hinaan. Contoh: “Kamu tidak mampu apa-apa!”. Semakin kreatif dan spesifik sebuah hinaan, makaakan membuat perilaku obyek semakin dapat diprediksikan; 3) Adu domba. Contoh: “Dia tidur dengan pasanganmu semalam!”. Respon yang berpotensi muncul adalah “Akan kubunuh dia!”.
Terakhir adalah public speaking retoris, yang memiliki prinsip-prinsip yang harus diikuti oleh pembicara agar implementasinya menjadi efektif, yaitu 1) Penemuan: Konstruksi atau penyusunan dari suatu argumen yang relevan dengan tujuan dari suatu public speaking; 2) Pengaturan: Kemampuan pembicara untuk mengorganisasikan pidatonya. Terdiri dari pengantar, batang tubuh dan kesimpulan; 3) Gaya: Penggunaan bahasa untuk menyampaikan ide dalam cara tertentu; 4) Penyampaian: Presentasi nonverbal dari ide-ide seorang pembicara. Penyampaian biasanya mencakup beberapa perilaku seperti kontak mata, tanda vokal, ejaan, gerak tubuh, dan lain-lain; 5) Ingatan: Menyimpan penemuan, pengaturan, dan gaya di dalam benak si pembicara. Dengan ingatan, seseorang pembicara dapat mengetahui apa saja yang akan dikatakan dan kapan mengatakannya, meredakan ketegangan pembicara dan memungkinkan pembicara untuk merespon hal-hal yang tidak terduga.
Dalam implementasi public speaking, ada kalanya kita menjumpai kendala yang tidak bisa ditangani dengan jurus-jurus yang biasa kita gunakan. Solusinya adalah lakukan improvisasi, gunakan cara-cara baru yang dirasa akan membantu suasana presentasi lebih menarik dan efektif. Lebih dari itu, kembangkan serta gunakan gaya presentasi masing-masing personal yang kemudian mampu memberikan keunikan tersendiri.
*Penulis adalah Aktivis Muda Nahdlatul Ulama, Pemuda Pelopor Jawa Tengah, serta Tourism Ambassador & Youth Peace Ambassador BNPT RI.
___________________
*Rubrik khusus “Dunia Santri Community” ini akan tayang selama bulan suci Ramadan. Semua artikel yang tayang dalam rubrik ini, merupakan tulisan para santri – santri pilihan yang kece dan inspiratif, yang berasal dari berbagai pesantren di Indonesia.

















