Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 17 Jul 2026

Reses DPRD Jember, Warga Pakusari Dapat Penjelasan Program Prioritas Pemkab 


Reses DPRD Jember, Warga Pakusari Dapat Penjelasan Program Prioritas Pemkab  Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Jember dipaparkan dalam kegiatan Reses Persidangan II Tahun 2026 anggota DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Hoirozi yang dihadiri masyarakat Kecamatan Pakusari, Jumat (17/7/2026) di Desa Sumber Pinang.

Dalam agenda tersebut, Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Jember, Dima Akhyar hadir sebagai narasumber untuk menjelaskan arah kebijakan pembangunan yang sedang dijalankan Pemkab di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait.

Menurut Dima, tujuan utama pembangunan daerah adalah memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari setiap program pemerintah, baik melalui peningkatan kualitas pelayanan publik maupun kesejahteraan.

 

“Membangun itu sederhana, bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan rakyat. Ketika kebutuhan masyarakat tercukupi, mulai dari kebutuhan pangan hingga layanan dasar lainnya, itulah yang disebut kesejahteraan,” ucapnya.

 

Namun, ia mengakui pemerintah memiliki keterbatasan anggaran sehingga harus menetapkan skala prioritas dalam penyusunan program.

 

Dima menjelaskan, APBD Kabupaten Jember yang mencapai sekitar Rp4,6 triliun tidak seluruhnya dapat digunakan untuk pembangunan karena separuh anggaran telah terserap untuk belanja pegawai.

 

“Orang melihat anggaran Jember besar, sekitar Rp4,6 triliun. Tetapi kebutuhan juga sangat besar, 50 persen anggaran sudah digunakan untuk gaji ASN. Sisanya harus dibagi untuk pembangunan jalan, layanan kesehatan, bantuan sosial, dan program lainnya,” ungkapnya.

 

Karena itu, lanjut Dima, Bupati Jember bersama jajaran pemerintah daerah aktif melakukan lobi ke pemerintah pusat guna memperoleh tambahan program dan pendanaan.

 

“Jadi jangan langsung berpikir bupati sering ke Jakarta itu hanya jalan-jalan. Yang dilakukan adalah mencari tambahan anggaran dan program untuk Jember,” katanya.

 

Menurut Dima, upaya tersebut mulai membuahkan hasil, terutama dalam sektor infrastruktur dan pertanian.

 

Ia menyebut dalam tahun ini hingga tahun depan akan ada sejumlah pembangunan jalan yang didukung pemerintah pusat. Di sektor pertanian, Pemkab Jember juga memperoleh dukungan berupa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta program optimalisasi lahan untuk meningkatkan produktivitas petani.

Selain pembangunan fisik, Dima juga memaparkan sejumlah program sosial yang menjadi prioritas pemerintah daerah. Salah satunya Program Beasiswa Cinta Bergema yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk menempuh pendidikan tinggi.

Di bidang kesehatan, ia menegaskan Pemkab Jember terus memperkuat pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC), sehingga masyarakat ber-KTP Jember dapat mengakses layanan kesehatan gratis di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Dima, pembiayaan program tersebut berasal dari efisiensi belanja pemerintah.

“Anggaran untuk UHC diperoleh dari pemangkasan belanja yang tidak menjadi prioritas. Pemerintah memilih mengutamakan pelayanan yang langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, kata dia, Pemkab Jember juga menyiapkan layanan Home Care yang memungkinkan tenaga kesehatan memberikan pelayanan langsung ke rumah bagi warga dengan kondisi tertentu tanpa membedakan latar belakang ekonomi.

Persoalan pengelolaan sampah juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Dima mengatakan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari akan dikembangkan menjadi fasilitas pengelolaan sampah yang lebih modern melalui investasi sekitar Rp2 triliun agar sampah memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi beban lingkungan.

Melalui berbagai program tersebut, baik Ahmad Hoirozi maupun Dima berharap masyarakat dapat memahami arah kebijakan pembangunan daerah sekaligus ikut mengawal pelaksanaannya agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Lulusan TSM Honda Tak Hanya Siap Kerja, Kini Sukses Bangun Bengkel Mandiri

17 Juli 2026 - 11:44

Korban Keracunan MBG di Bangsalsari Bertambah, Satgas MBG Pastikan Pengobatan Gratis

17 Juli 2026 - 11:36

JFC 2026 Angkat Tema HEAL, Usung Pesan Kemanusiaan dan Keberlanjutan

17 Juli 2026 - 11:29

Dispendik Kabupaten Pasuruan Studi Tiru Pembelajaran Multigrade di Disdikdaya Probolinggo

17 Juli 2026 - 06:07

BEM UNIWARA Soroti Krisis Literasi Demokrasi, Ajak Bawaslu Perkuat Pendidikan Politik Mahasiswa Menuju Pilkada 2029

16 Juli 2026 - 16:36

Antar Anak Sekolah? Jangan Lupa #Cari_Aman di Setiap Perjalanan

16 Juli 2026 - 16:26

Trending di Kabar Otomotif