Reporter: M. Faizin
Editor: Agus Hariyanto
_______________________________________________________________________
Lekok (Kabarpas.com) – Ribuan orang larut dalam pembacaan Yasin dan Tahlil, dalam acara hari ke-7 wafatnya pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Raudlatul Mushthofa Lekok, KH. Abdullah Bin KH. Musthofa.
Pantauan Kabarpas.com, ribuan orang yang hadir ini terdiri dari ulama, habaib, dan masyarakat biasa. Mereka tidak hanya warga sekitar, melainkan juga warga dari luar daerah pun juga hadir dalam acara hari ke-7 wafatnya KH. Abdullah tersebut, yang berlangsung di dalam area Ponpes Raudhatul Mustofa, Desa Tambak Lekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.
Hardiyo, salah satu jamaah pembacaan Yasin dan Tahlil asal Kalimantan Timur ini mengaku, kedatangannya tersebut lantaran KH.Abdullah merupakan guru dari anaknya yang nyantri di Ponpes Raudhatul Mustofa tersebut. “Beliau (KH. Abdullah.red) adalah guru dari anak saya,” imbuhnya.
Ia juga mengatakan bahwa sebelum KH Abdullah Lekok wafat, dirinya sempat sowan . Bahkan, pada saat itu dirinya juga mendapat pesan terakhir dari KH. Abdullah. Yakni, meminta dirinya untuk segera menikahkan anaknya.
“Tak disangka ternyata itu adalah wasiat terakhir beliau,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Sementara itu, pada hari ke-7 pembacaan Yasin dan Tahlil terakhir ini diiringi dengan hujan deras. Meski begitu, jamaah tetap berbondong-bondong menghadiri acara tersebut dengan khidmat bahkan terlihat banyak jamaah menggunakan alas terpal yang biasa digunakan sebagai alat berteduh.
“Sosok KH.Abdullah merupakan sosok ulama teladan, yang dikenal dengan kedermawannya. Bahkan, pada akhir hayatnya beliau merencanakan untuk mengumrohkan para ustadz yang ada di Pondok Pesantren Raudlatul Musthofa,” kata Ustadz, Saifullah salah satu santri dan juga panitia dalam acara hari ke-7 wafatnya KH. Abdullah Lekok tersebut. (izi/gus).

















