Sidoarjo, Kabarpas.com – Rombongan TP-PKK Sidoarjo datangi lokasi bencana angin puting beliung di Dusun Mlaten, Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.
Di sana, para rombongan selain memberikan dukungan secara mental, pun untuk memberikan dukungan secara moril. Sekaligus memetakan warga yang belum tercover bantuan.
Sebelumnya, hujan disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah Sidoarjo, Minggu (23/10/2022). Data BPBD Sidoarjo menyebutkan 631 rumah warga alami kerusakan. Tersebar di beberapa daerah kecamatan, Buduran, Sidoarjo Kota, dan Taman.
Terparah ada di Desa Entalsewu dan Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran. Ada 600 lebih rumah rusak. Sejumlah bangunan, empat titik pohon roboh menyebar di wilayah Sidoarjo, dan terdata empat korban terdampak dalam perisitiwa ini.
Rombongan TP-PKK Sidoarjo pertama kali langsung menuju tempat pengungsian warga di Dusun Mlaten. Dipimpin langsung oleh Ketua TP-PKK Sidoarjo, Saadah Ahmad Muhdlor, diikuti oleh anggota pada misi sosial itu.
Ning Sasha sapaan akrab Saadah Ahmad Muhdlor mengatakan, bahwa kedatangannya sebagai bentuk perhatian dan kepedulian TP-PKK Sidoarjo terhadap korban bencana.
“Trauma healing perlu diberikan untuk proses pemulihan psikis anak-anak korban bencana ini penting,” katanya.
Tidak hanya itu, lanjut dia, ia memastikan kebutuhan warga yang belum terpenuhi seperti pampres ini akan segera dipenuhi. Terlebih, ia telah berhasil menghimpun donasi dari para anggota yang selanjutnya akan dibelanjakan untuk mencukupi kebutuhan para korban.
“Kunjungan ini, kita juga untuk memetakan bantuan apa yang belum tercover. Khususnya bantuan yang urgent seperti, pampers bagi anak-anak,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu ia meminta korban bencana untuk bersabar. Ia meyakinkan, bahwa Pemkab Sidoarjo akan selalu hadir dalam situasi seperti ini. Begitu juga TP-PKK Sidoarjo.
Sementara itu, istri Bupati Sidoarjo ini, turut mengapresiasi keberadaan posko dapur umum yang didirikan Pemkab Sidoarjo.
Menurut dia, hal ini sebagai wujud kesigapan dan ketanggapan para relawan untuk memenuhi kebutuhan makanan para korban. Posko dapur umum tersebut dalam setiap hari menyediakan 3 ribu bungkus makanan.
Nasi bungkus dibagikan sebannyak tiga kali dalam perharinya, untuk makan pagi, siang dan malam. Seribu bungkus setiap kali pembagian dengan menu makanan yang berbeda.
“Alhamdulillah relawan di dapur umum begitu sigap, dan tanggap untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari korban bencana angin puting beliung,” katanya.
Diketahui, Mushola wakaf As-Sakib yang menjadi tempat para pengungsi menjadi lokasi pertama yang dikunjungi Ning Sasha. Ditempat itu, ia bagikan snack dan alat tulis kepada anak-anak korban bencana angin puting beliung.
Selain itu, ia bersama anggotanya juga tak segan mengajak bermain anak korban bencana sebagai proses Trauma Healing. (eko/ida).

















