Reporter: Ajo
Editor: Agus Hariyanto
______________________________________________________________________
Surabaya (Kabarpas.com) – Sebelum diamankan oleh Tim Densus 88 Antiteror. Muhammad Nadir Umar, sempat melakukan perjalanan ke luar negeri dengan misi kemanusiaan.
“Ia masuk ke wilayah Suriah dengan menggunakan cover relawan misi kemanusiaan, yang merupakan relawan dari Yayasan Qouri Umah. Rencana dana yang disalurkan oleh yayasan ini, sebesar 20.000 US$ yang akan didonasikan kepada para pengungsi di Turkey dan Lebanon,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Franas Barung Mangera seperti yang dikutip dari beritajatim.com, Minggu (09/04/2017).
Berikut ini kronoligis detailnya dari Polisi:
Pada tanggal 31 Maret 2017, Muhammad Nadir Umar (MNU) berangkat bersama dengan seorang temannya melalui rute Bandung, Surabaya-Kuala Lumpur-Istanbul.
Pada tanggal 1 April 2017, sampai di Istanbul dan dijemput oleh perwakilan dari Qoirum Umah yang berada di Istanbul. Pada sore harinya kemudian sempat mengunjungi tempat pengungsian warga Palestina di Istanbul (penyaluran bantuan).
Pada tanggal 2 April 2017, berangkat ke Gazianteb untuk penyaluran bantuan dan kemudian sore harinya dilanjutkan ke Kota Rayhanli (perbatasan Turki-Suriah). Setelah selesai melakukan penyaluran bantuan kemudian menginap di kantor cabang Qoiru Umah di Rayhanli dan kemudian kembali ke Istanbul.
Pada tanggal 4 April 2017, berangkat ke Lebanon dari Istanbul dan setelah sampai di Lebanon, terkendala mengenai visa dan kemudian dikembalikan ke Istanbul dan setelah sampai di Istanbul kemudian diketahui bahwa mereka telah memasuki daerah perbatasan dan kemudian diamankan oleh Imigrasi.
Pada tanggal 5 April 2017, dilakukan pemeriksaan di RS di Istanbul.
Pada tanggal 6 April 2017 kemudian dideportasi ke Indonesia (Bandung dan Surabaya) via Kuala Lumpur.
hingga berita ini diketik, Muhammad Nadir Umar masih dilakukan interogasi di RPSA Kemensos Bambu Apus dan sedang dikoordinasikan begitu selesai interogasi dikembalikan ke keluarganya.
Seperti dikabarkan sebelumnya, Muhammad Nadir Umar (MNU), anggota DPRD Kabupaten Pasuruan diamankan oleh Tim Densus 88 Antiteror di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Ia diamankan lantaran dicurigai terlibat dalam jaringan terorisme.
Informasi yang diperoleh Kabarpas.com menyebutkan, pria yang merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pasuruan ini, diamankan pada Sabtu (08/04/2017) sore, usai turun dari pesawat Air Asia XT 327 dengan rute Kuala Lumpur – Surabaya. (ajo/gus).

















