Reporter: Robet Rafid Ramadhani
Editor: Titin Sukmawati
___________________________________________
Bangil (Kabarpas.com) – Berawal dari keresahan sejumlah tokoh di Pasuruan tentang mulai tandusnya kegiatan literasi/ tulis menulis dalam khazanah ilmiah di Kabupaten Pasuruan. Muncul sebuah gagasan untuk rembuk bersama tentang kegiatan Forum Pasuruan Menulis. Forum ini sebagai solusi dalam menggaungkan budaya menulis di bumi Kabupaten Pasuruan.
Sejumlah tokoh yang dimaksud yaitu Habib Zainal Abidin, Habib Segaf bin Hasan Baharun, dan Gus Ridwan Cholil YTPNU Lekok.
Kegiatan rembuk tersebut diselenggarakan di Aula Hotel Dalwa Bangil. Hadir dalam rembuk bersama tersebut, di antaranya yaitu dari Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Pergunu Kabupaten Pasuruan, Perwakilan Yayasan Darul Lughoh Wad Dakwah dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan.
Dalam kegiatan rembuk tersebut diterangkan terkait awal mula gagasan kegiatan Forum Pasuruan Menulis, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tanggapan oleh Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Pasuruan, yang mengapresiasi dan turut bangga terkait gagasan budaya menulis atau literasi yang sudah digalakkan, tinggal bagaimana rencana tindak lanjut dari gagasan tersebut.
“Kemenag Kabupaten Pasuruan sepakat dengan gagasan budaya menulis ini, lebih lagi diorientasikan kepada guru guru di madrasah Kabupaten Pasuruan, karena gaung bersambut dengan adanya peningkatan sumber daya guru. Bahkan, peningkatan angka kredit sebagai verbal dalam usulan peningkatan jabatan,” ujar Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Pasuruan, Didik Heriadi kepada Kabarpas.com.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Pergunu Kabupaten Pasuruan, Muriyat. Ia menyampaikan bahwa tindak lanjut dari kegiatan ini ialah harus dikonsep secara matang dan terukur.
“Bagaimana konsep forum tersebut, apakah melibatkan birokrasi, dananya apakah mandiri, dan outputnya seperti apa?,” tandas Muriyat kepada Kabarpas.com.
Dijelaskan, muncul kesimpulan sementara yang disampaikan oleh Dewan Pendidikan bahwa akan diadakan rencana tindak lanjut kongkret dari forum tersebut, yaitu berupa Workshop tentang literasi sebagai umpan untuk memunculkan ghiroh menulis dengan mengundang pakar dari owner media guru dan penulis penulis ternama yang mampu memproduksi buku dengan standart ISBN. (rob/tin).

















