Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 20 Feb 2026

Setahun Gus Fawait Memimpin Jember: RS Hampir Kolaps hingga Ribuan Sekolah Rusak Jadi Prioritas Pembenahan


Setahun Gus Fawait Memimpin Jember: RS Hampir Kolaps hingga Ribuan Sekolah Rusak Jadi Prioritas Pembenahan Perbesar

Jumat, 20 Februari 2026 – 17.01 | 991 kali dilihat

 

Jember, Kabarpas.com – Kondisi rumah sakit daerah yang nyaris kolaps dan ribuan gedung sekolah rusak berat menjadi persoalan mendesak yang langsung dihadapi Bupati Jember Gus Fawait pada awal masa jabatannya. Situasi tersebut mendorong pemerintah daerah memprioritaskan pembenahan sektor kesehatan dan pendidikan sepanjang tahun pertama kepemimpinannya sejak dilantik pada 20 Februari 2025.

Dalam refleksi setahun kepemimpinannya, Fawait mengungkapkan sektor kesehatan saat itu berada dalam kondisi krisis. Rumah sakit daerah terlilit utang hingga ratusan miliar rupiah, terancam berhenti beroperasi, bahkan pasokan oksigen disebut hanya cukup untuk satu hingga dua pekan.

“Pada saat awal menjabat, kondisi rumah sakit hampir kolaps, sementara masyarakat membutuhkan layanan kesehatan gratis dan layak,” ujarnya.

Sebagai langkah darurat, Pemkab Jember menerapkan program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas mulai 1 April 2025, yang memungkinkan seluruh warga berobat gratis cukup dengan menunjukkan KTP. Kebijakan tersebut tidak hanya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin, tetapi juga menjaga operasional rumah sakit tetap berjalan.

Fawait menyebut kondisi rumah sakit kini mulai pulih, tenaga kesehatan kembali menerima gaji, serta layanan obat dan medis berangsur normal. Pendapatan rumah sakit daerah juga diklaim meningkat setelah program tersebut berjalan.

Di sektor pendidikan, Pemkab Jember mencatat sedikitnya 1.532 gedung sekolah dalam kondisi rusak berat. Pemerintah daerah kemudian memperbarui data kerusakan untuk memperoleh bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat, sehingga ratusan sekolah mulai diperbaiki melalui pendanaan APBN dan APBD.

“Bagaimana anak-anak bisa mendapat pendidikan layak kalau gedung sekolahnya rusak berat. Karena itu, perbaikan infrastruktur pendidikan menjadi prioritas,” kata Fawait.

Selain pembangunan fisik, program beasiswa juga diperluas hingga menjangkau hampir 8.000 mahasiswa asal Jember di berbagai perguruan tinggi, termasuk beasiswa afirmasi dan beasiswa khusus santri sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Fawait menegaskan, tahun pertama kepemimpinannya difokuskan pada pemulihan pelayanan dasar masyarakat, terutama kesehatan dan pendidikan, sebelum memasuki fase percepatan pembangunan di tahun berikutnya.

“Tahun pertama adalah memastikan pelayanan dasar berjalan baik, karena itu kebutuhan paling mendesak masyarakat,” ujarnya.

Ia optimistis perbaikan di dua sektor tersebut menjadi fondasi penting untuk menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jember pada tahun-tahun mendatang. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya

BPJS Kesehatan dan RS Graha Sehat Perkuat Prolanis Lawan Penyakit Kronis

11 Juli 2026 - 19:41

Diperta Kabupaten Probolinggo Siapkan Screen House Modern Perkuat Produksi Cabai Berkualitas

11 Juli 2026 - 19:36

Ilmu Antropologi di Pesantren Terpadu Al-Yasini

11 Juli 2026 - 06:54

TSM Honda Cetak Lulusan Siap Kerja, Buka Peluang Karier yang Luas

11 Juli 2026 - 06:49

Duta Keselamatan Berkendara MPM Honda Jatim Raih Prestasi di Safety Riding Camp Astra Honda 2026

10 Juli 2026 - 08:01

Big Bike New Rebel 1100, Simbol Kebebasan Ekspresi Generasi Modern

10 Juli 2026 - 07:56

Trending di Kabar Otomotif