Pasuruan (Kabarpas.com) – Setelah banyak ditemukan kasus penggunaan bahan kimia berbahaya pada makanan di sejumlah daerah. Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan menggelar inspeksi mendadak (Sidak) makanan jajan di sejumlah sekolah dasar (SD), yang ada di wilayah setempat. Dari hasil sidak tersebut, petugas menemukan sejumlah makanan yang mengandung boraks dan formalin.
Pantauan Kabarpas.com di lokasi, operasi terhadap makanan jajanan yang diduga menggunakan bahan formalin tersebut dilakukan di sejumlah titik sekolah dasar yang ada di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan.
Tampak, satu persatu petugas dari Dinkes itu langsung mengambil sampel makanan yang di jual para pedagang. Diantaranya yaitu mulai dari cilok digoreng (cireng), batagor, cilok, tempura, dan sosis.
Selain itu, petugas juga menegur ke sejumlah pedagang yang tidak bersih, lantaran cara penyajiannya pun terlihat seadanya. Bahkan, salah seorang pedagang tidak mengetahui merk jajanan yang mereka beli dari distributor.
Selanjutanya, petugas langsung melakukan uji pengecekan langsung di depan pelajar. Hasilnya, petugas kesehatan menemukan kandungan kimia yang ada di dalamnya dari 6 sempel yang mereka ambil tersebut.
“Kami menemukan adanya makanan yang dijual pedagang di sini, mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin dan boraks,” ujar Fitriyah, Kasi Farmasi, Dinkes Kabupaten Pasuruan kepada Kabarpas.com saat ditemui di lokasi, Rabu (03/08/2016).
Dengan ditemukannya makanan-makanan mengandung bahan kimia berbahaya yang dijual di lingkungan SD tersebut. Petugas Dinkes menghimbau agar orang tua hendaknya
mengawasi makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi putra-putrinya saat sekolah.
“Untuk para orang tua agar memberitahukan kepada putra-putrinya supaya tidak jajan sembarangan. Sementara bagi pedagang yang masih menjual makanan tersebut, nanti akan kami beri penyuluhan tentang bahaya makanan yang mengandung formalin dan borak bagi pembelinya,” pungkasnya. (ajo/gus).

















