Jumat, 20 Juni 2025 – 17.29 | 627 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Pemkab Jember melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bekerja sama dengan Televisi Republik Indonesia (TVRI) menggelar Talkshow/Diskusi Publik tentang Kepahlawanan dr. Soebandi ditempatkan di Perpustakaan Universitas dr. Soebandi Jember.
Guna meningkatkan nasionalisme dan menanamkan nilai-nilai kepahlawanan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, Diskominfo sebelumnya telah memutar film dokumenter terkait dengan perjuangan Letkol. Sroedji dan dr. Soebandi yang berjudul Jalan Sunyi dr. Soebandi. Baik melalui videotron di alun-alun kota maupun melalui layar tancap saat bupati menggelar Bunga Desaku di Tanggul.
Kepala Diskominfo Jember Bobby Arie Sandy, menyatakan bahwa kegiatan tersebut bukan bentuk hiburan, melainkan strategi edukatif dan kultural yang dirancang untuk menghidupkan nilai-nilai perjuangan lokal. Khususnya, melalui pendekatan yang lebih kontekstual dan menyentuh emosi.
“Ini juga merupakan upaya menjadikan generasi muda lebih mudah memahami bahwa sejarah bukan soal masa lalu. Namun, menjadi fondasi untuk membangun masa depan yang lebih baik,” lanjutnya.
Selain itu, Pemkab Jember berupaya menghidupkan kembali semangat perjuangan Letkol. Sroedji dan dr. Soebandi sebagai tokoh asal Jember.
“Termasuk untuk memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat Jember terhadap tokoh-tokoh pejuangnya sendiri,” ungkap Bobby.
Beruntung, pemutaran film dokumenter tersebut juga direspons positif dan antusias oleh masyarakat Jember. Menurut warga Jember, pemutaran film tersebut dapat digunakan sebagai pembelajaran untuk mengetahui asal-usul perjuangan Letkol. Sroedji dan dr. Soebandi. “Bisa nonton beramai-ramai,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bobby menyatakan bahwa Pemkab Jember membuka ruang bagi semua pihak yang ingin menampilkan karya-karya videonya, baik untuk edukasi maupun studi. Nantinya, video terpilih bakal diputar melalui videotron di alun-alun Jember.
Sementara itu, Sejarawan Begandring Soerabaja Ahmad Zaki Yamani mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pemkab Jember. “Nama dr. Soebandi begitu luar biasa, diabadikan menjadi rumah sakit daerah, bukan rumah sakit tentara,” ucapnya.
Namun, kata dia, akan sangat tidak mengenakkan jika masyarakat Jember tidak tahu siapa pahlawannya.
Zaki menegaskan, nilai-nilai kepahlawanan tidak boleh mati, harus tetap hidup selamanya. Salah satunya, melalui pemutaran film dokumenter di tempat terbuka yang mudah diakses oleh masyarakat. (dan/ian).

















