Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 12 Des 2019

Stapa Center Gelar Simposium Desa Wisata


Stapa Center Gelar Simposium Desa Wisata Perbesar

Reporter : Ikrima

Editor : Titin Sukmawati

 

Pasuruan, Kabarpas.com – Dalam rangka mempertemukan visi bersama antara pemerintah dan stakeholder untuk pengembangan desa wisata berbasis masyarakat. Yayasan STAPA Center bekerjasama dengan Sampoerna Untuk Indonesia (SUI) mengadakan Simposium Desa Wisata bertajuk “Dinamika Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata”.

Acara ini digelar di Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Kamis, (12/122019). Kegiatan ini sekaligus untuk melihat dinamika kolaborasi multipihak dalam pengembangan desa wisata sekaligus berbagai kecenderungan partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata.

Sejumlah tokoh tampak hadir di acara ini, di antaranya yaitu Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, Direktur Stapa Center, Agus Rahmatullah, dan Manajer CSR PT HM Sampoerna Tbk, Kukuh Dwi Kristianto.

Sementara itu, Manajer Program Pengembangan Desa Berbasis Masyarakat, Jauharul Lutfi mengatakan, bahwa kegiatan simposium desa wisata ini sekaligus menjadi grand launching dari program Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat.

“Program ini merupakan kerjasama Yayasan STAPA Center dengan Sampoerna Untuk Indonesia, dilaksanakan di 5 Desa di Kabupaten Pasuruan, meliputi Desa Podokoyo Kecamatan Tosari, Desa Kalipucang Kecamatan Tutur, Desa Jatisari Kecamatan Purwodadi, Desa Oro-oro Ombo Kulon Kecamatan Rembang dan Desa Jarangan Kecamatan Rejoso,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa program ini menjadi langkah untuk berkontribusi terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam mewujudkan Kabupaten Pasuruan Sejahtera, Maslahat dan Berdaya Saing.

Saat ini desa wisata menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Dimana Wisatawan sudah bertransformasi tidak sekedar berwisata. Berangkat ke tempat wisata dan pulang begitu saja. Tetapi wisatawan mau menetap lebih lama dan mempelajari beberapa hal tentang desa atau tempat yang dikunjungi.

“Ini yang menyebabkan Desa wisata menjadi pilihan destinasi yang menarik. Peluang ini harus mampu ditangkap oleh Desa-desa yang da di kabupaten Pasuruan dengan berbagai keunggulan potensi yang dimilikinya. Sinergi pemerintahan baik pusat maupun daerah tentu dapat memperkuat upaya Desa dalam menangkap peluang tersebut,” ucapnya.

Yayasan STAPA Center dan Sampoerna Indonesia memiliki komitmen untuk menjadi bagian dari kerja sinergi dalam mengembangkan desa wisata di kabupaten Pasuruan, terutama melalui penguatan kapasitas pegiat wisata di desa yang selama ini terlembaga sebagai Pokdarwis.

“Melalui program Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat dengan berbagai aktivitas di dalamnya, diharapkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata di 5 desa dapat meningkat hingga memberikan nilai lebih bagi masyarakat desa itu sendiri,” pungkasnya. (ikr/tin).

Artikel ini telah dibaca 94 kali

Baca Lainnya

Petik Laut 2026, Mas Adi Sebut Tradisi Jadi Penggerak Ekonomi dan Wisata Bahari

28 Juni 2026 - 12:19

Pemkot Pasuruan Luncurkan Pembayaran PBB Melalui Bank BRI

25 Juni 2026 - 15:55

Mas Adi: Kota Pasuruan Harus Jadi Rumah untuk Semua, Termasuk Lansia

24 Juni 2026 - 13:14

Pengurus APINDO Kota Pasuruan Dikukuhkan, Mas Adi Minta APINDO Jadi Mitra Strategis 

23 Juni 2026 - 19:49

Pemkot Pasuruan Optimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026

23 Juni 2026 - 08:02

Tinjau Langsung Proyek Sekolah Rakyat, Wali Kota Pasuruan Sebut Pembangunan Sudah 81 Persen

22 Juni 2026 - 18:25

Trending di Berita Pasuruan