Reporter : Joko Santoso
Editor : Agus Harianto
Pasuruan, Kabarpas – Untuk menangkal gerakan radikalisme maupun terorisme. NGO Seberang getol menggelorakan Sosialisasi Tiga Nilai Revolusi Mental. Salah satunya seperti yang sudah digelar di even car free day (CFD) Pandaan, Minggu (31/12/2017) kemarin.
Fokus Isu yang diusung adalah pengamalan tiga nilai revolusi mental dalam melawan gerakan radikalisme dan terorisme.
Kumpulan pemuda yang mengatasnamakan organisasi NGO Sebrang tersebut, meyakini bahwa segala bentuk usaha perlawanan terhadap segala bentuk tindakan radikalisme dan terorisme, haruslah terus digelorakan. Pasalnya, tindakan terorisme pada umumnya muncul secara tiba-tiba dari jiwa seseorang yang keblinger, dan pemantiknya berasal dari propaganda kaum radikal melalui ujaran kebencian.
“Kami harus terus gelorakan semangat melawan terorisme dan radikalisme, agar NKRI ini tetap damai sampai kapanpun. Tentunya sangatlah bahaya bila benih-benih radikalisme dan terorisme tumbuh di tengah-tengah masyarakat. Oleh karna itu harus dilawan,” jelas M. Choerul Anam selaku Ketua NGO Sebrang kepada Kabarpas.com, Senin (01/01/2018).
Choerul Anam menambahkan bahwa kegiatan yang dilakukan di CFD Pandaan tersebut, merupakan tindak lanjutan dari hasil diskusi yang telah dilakukan oleh organisasinya dengan Kementrian Koordinator PMK. Yakni, Dialog antar umat beragama tentang Pengamalan Tiga Nilai Revolusi Mental dalam melawan Gerakan Terorisme, pada 18 Desember 2017 lalu, di Aula Pancasila Universitas Yudharta Pasuruan.
“Ini adalah aksi nyata kami seusai melakukan seminar dan dialog antar umat beragama, tentang pengamalan tiga nilai revolusi mental dalam melawan gerakan terorisme, yang telah kami laksanakan kemarin. Kami harap aksi ini memberikan efek positif kepada masyarakat, untuk selalu menjaga perdamaian di Indonesia khususnya di Kabupaten Pasuruan,” tandasnya.
Selain acara sosialisasi langsung ke masyarakat, masa aksi damai tersebut juga membagikan pin gratis yang bertuliskan Say No to Terorisme, dan seikat bunga yang disimbolisasikan sebagai bentuk perdamaian. (jok/gus).

















