Reporter : Sudarmoko
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Menindaklanjuti hasil pertemuan antara pihak Pemkab Pasuruan dan sejumlah perusahaan beberapa waktu lalu (10/9/2019) di gedung Segoro Puro Pemkab Pasuruan. Pihak Pemkab Pasuruan diwakili oleh DLH selaku leading sektor atas permasalahan pencemaran sungai wrati, mengundang sejumlah pihak, di antaranya anggota DPRD Kabupaten Pasuruan yaitu Arifin dari PDIP, Najib Setiawan dari PKS dan Saad Muafi dari PKB), Muspika Kecamatan Beji dan Bangil, warga, pengurus harian Forum DAS Wrati, kepala desa, perwakilan perusahaan, warga terdampak dan pegiat sosial (LSM) guna membahas solusi penanganan pembersihan sungai wrati.
Pada pertemuan yang dimediatori oleh Camat Beji Taufiqul Ghony, langsung membahas mekanisme awal penanganan pembersihan sungai wrati dengan membentuk tim pelaksana yang terdiri dari unsur executive, legislatif, masyarakat dan diperkuat oleh perusahaan.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, keberadaan sungai wrati pada satu bulan belakangan, kondisinya kotor dan berbau sangat anyir serta badan sungai tertutupi oleh enceng gondok.
Mendapati hal tersebut, masyarakat dari tiga desa mengadu kepada para anggota dewan. Yakni, Najib Setiawan (PKS) dan Saad Muafi (PKB). Mereka semuda diundang dalam acara Ngopi Legi (Ngobrol Pinter Legowo Ning Ati) untuk membahas pencemaran sungai wrati yang telah mencapai titik nadir bersama stake holder yang ada.
Setelah membentuk tim terpadu yang diketuai oleh Henry Londo dengan langkah awal pembersihan sungai wrati. Pihak Muspika Beji bersama tiga anggota dewan meminta pada akhir bulan September ini tim terpadu segara melakukan action membersihkan sungai dengan biaya ditanggung oleh sejumlah perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Beji.
Menurut Camat Beji Taufiqul Ghony, tim terpadu yang telah dibentuk ini langkah awalnya yaitu membersihkan DAS wrati dari enceng gondok yang telah menutupi badan sungai.
“Karena itu sesuai dengan petunjuk dan arahan Bapak Bupati Pasuruan beberapa waktu lalu,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Henry Londo selaku Ketua Tim menyampaikan, langkah awal yang dilakukan itu yakni pembersihan badan sungai dari enceng gondok dan penggelontoran air.
“Cara ini adalah langkah awal yang efektif untuk memperlancar aliran air sungai dan menghilangkan bau anyir,” ungkapnya.
“Terkait anggaran biaya yang muncul dalam kegiatan ini berasal dari tanggung renteng atau urunan sejumlah pabrik yang ada. Serta diketahui oleh Muspika juga tiga anggota dewan yakni Arifin PDIP, Saad Muafi PKB dan Najib Setiawan PKS,” terangnya.
Tak hanya itu, para anggota tim terpadu yang dibentuk ini beranggotakan para kepala desa, kepala dusun dan warga terdampak. U
“Untuk itu kami tim terpadu, mohon bantuan doa dan partisipasi warga guna mensukseskan kegiatan pembersihan sunga wrati ini,” tutupnya. (dar/tin).

















